Efektivitas fraksi ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri dan antibiofilm terhadap bakteri Staphylococcus aureus

Tabita, Sondha (2016) Efektivitas fraksi ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri dan antibiofilm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (571kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (156kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (703kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (725kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (224kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (655kB)

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang mampu membentuk biofilm untuk melindungi koloninya. Biofilm bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan terjadinya infeksi Indwelling Medical Device (IMD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi aktif yang memiliki efektifitas antibakteri dan antibiofilm dari ekstrak etanol buah mengkudu terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair yang akan menghasilkan 3 jenis fraksi yaitu non polar (heksana), semi polar (etil asetat), dan polar (air). Uji antibakteri metode difusi sumuran dengan konsentrasi tiap fraksi yaitu 35% dengan konsentrasi bakteri 1,5x108 CFU/ml dalam media TSA. Uji antibiofilm dilakukan dengan metode dilusi microplate dengan konsentrasi tiap fraksi yaitu 35% dan konsentrasi bakteri 1,5x105 CFU/ml dalam media TSB-glukosa 2,5%. Pembanding yang digunakan pada uji antibakteri dan antibiofilm adalah amoksisilin konsentrasi 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol buah mengkudu memiliki daerah hambat pertumbuhan terbesar (24,33±2,02 mm) dibandingkan fraksi n-heksan (10,90±0,70 mm) dan fraksi air (21,58±1,37 mm) pada uji antibakteri dan fraksi air memiliki efektifitas antibiofilm tertinggi pada konsentrasi 2,18% dengan persen penghambatan biofilm 99,22%. Penentuan golongan senyawa antibakteri dan antibiofilm dilakukan dengan KLT. Plat KLT yang digunakan yaitu silika gel 60 F254. Eluen yang digunakan yaitu butanol:asam asetat:air (4:1:5) dan toluen:etil asetat (2:8). Identifikasi golongan senyawa menggunakan penampak bercak Dragendorff, Liebermann-Burchard, FeCl3, dan AlCl3. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol buah mengkudu mengandung golongan flavonoid, alkaloid, tanin/polifenol, dan saponin triterpenoid, sedangkan fraksi air ekstrak etanol buah mengkudu mengandung golongan flavonoid, alkaloid, tanin/polifenol, saponin triterpenoid dan saponin steroid.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Buah mengkudu, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi air, antibakteri, antibiofilm, Staphylococcus aureus
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 4033 not found.
Date Deposited: 16 Feb 2017 03:33
Last Modified: 16 Feb 2017 03:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/10155

Actions (login required)

View Item View Item