Efektivitas ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) terhadap pembentukan biofilm Staphylococcus aureus secaara in-vitro

Kanja, Filania Suspiminarsi (2017) Efektivitas ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) terhadap pembentukan biofilm Staphylococcus aureus secaara in-vitro. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab 1.pdf

Download (74kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (570kB)
[img] Text (BAB 3)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img] Text (BAB 4)
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
bab 5.pdf

Download (106kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Biofilm merupakan bentuk struktural dari sekumpulan mikroorganisme yang dilindungi oleh matrik ekstraseluler yang disebut Extracellular Polymeric Substance (EPS). Biofilm merupakan salah satu penyebab terjadinya resistensi pada bakteri. Bintaro merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk berbagai pengobatan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antibakteri dan aktivitas penghambatan biofilm dari ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) diperoleh dengan metode maserasi dibuat larutan uji dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Penentuan daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan mikrodilusi dengan bakteri uji Staphylococcus aureus yang setara dengan larutan standar 0,5 Mc Farland I sedangkan penentuan aktivitas penghambatan pembentukan biofilm dengan menggunakan metode Microtiter Plate Assay. Ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) diuji untuk menentukan kandungan metabolit sekunder dengan metode skrining tabung. Tetrasiklin HCl digunakan sebagai antibiotik pembanding. Hasil pengamatan metode difusi sumuran pada ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) konsentrasi 10%, 20% dan 30% memberikan Daerah Hambatan Pertumbuhan (DHP) sebesar 18,76 mm, 28,56 mm dan 28,29 mm sedangkan DHP Tetrasiklin HCl konsentrasi 0,15% sebesar 21,64 mm. Hasil pengujian aktivitas antibakteri dengan metode mikrodilusi yaitu nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) yaitu pada konsentrasi 1,324% dan 1,875%. Hasil pengamatan diperoleh bahwa ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) dapat menghambat 100% pembentukan biofilm Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1,875%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol Cerberra odollam Gaertn. memberikan hasil ekstrak etanol daun bintaro (Cerberra odollam Gaertn.) mengandung flavonoid, saponin, tanin dan sterol.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Cerberra odollam Gaertn., Staphylococcus aureus, difusi sumuran, antibakteri, biofilm
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 4057 not found.
Date Deposited: 17 Feb 2017 01:21
Last Modified: 17 Feb 2017 01:21
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/10278

Actions (login required)

View Item View Item