Pengaruh terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik terhadap jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen dalam penyembuhan luka pada tikus putih hiperglikemia. [CD-ROM]

Januariska, Giovani Anggasta (2013) Pengaruh terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik terhadap jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen dalam penyembuhan luka pada tikus putih hiperglikemia. [CD-ROM]. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (527kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (28kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (337kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Aktivitas metformin sebagai OAD pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang mengalami hiperglikemia secara menahun yang disebabkan oleh resisten insulin. Penderita DM juga mengalami hipoksia yang menyebabkan komplikasi karena kekurangan oksigen pada jaringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas dan ketebalan kolagen di jaringan kulit yang terinfeksi Pseudomonas sp. pada tikus yang mengalami hiperglikemia. Metode penelitian ini digunakan aloksan 8% (b/v) secara intramuscular, bakteri patogen Pseudomonas aeruginosa 0,6 ml pada daerah luka, dosis metformin 45mg/kgBB dan terapi oksigen hiperbarik sebesar 2,4 ATA diberikan 3 kali masing-masing selama 30 menit dengan interval waktu 5 menit selama 5 hari berturut-turut untuk mendapatkan efek oksigen yang dibutuhkan pada penderita peradangan kronis DM tipe 2 sebagai terapi tambahan. Pada penelitian ini digunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. K0 merupakan kelompok tikus coba normal, K1 merupakan kelompok dengan induksi aloksan, KP1 merupakan kelompok dengan induksi aloksan dan bakteri patogen Pseudomonas aeruginosa tetapi tidak diberikan terapi, dan KP2 dengan induksi aloksan monohidrat dan bakteri patogen serta pemberian terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik. Pengambilan jaringan kulit dilakukan pada terminasi hari ke-5, preparasi dengan pengecatan HE (Hematoxcylin Eosin). Perhitungan hasil pengamatan dilakukan dengan uji F (Anava satu arah) dengan tingkat signifikansi 5% dengan p>0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen menunjukkan perbedaan antar kelompok. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik meningkatkan jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen pada tikus putih hiperglikemia. Kata-kata kunci: metformin, oksigen hiperbarik, fibroblas, kolagen, hiperglikemia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Operator 2 Student Staff
Date Deposited: 18 Sep 2014 02:03
Last Modified: 22 May 2017 08:32
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/106

Actions (login required)

View Item View Item