Pengaruh penambahan ikan mujair terhadap sisfat fisikokimia dan organoleptik kerupuk ikan

Sutanto, Megawati (2011) Pengaruh penambahan ikan mujair terhadap sisfat fisikokimia dan organoleptik kerupuk ikan. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (63kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text (BAB 3)
BAb 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB)
[img] Text (BAB 4)
BAb 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (153kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (491kB)

Abstract

Kerupuk merupakan camilan khas Indonesia yang bersifat kering, ringan, dan porus. Kerupuk, saat ini, sudah semakin banyak dikembangkan jenisnya untuk memperbaiki cita rasa serta nilai gizi dari kerupuk,salah satunya adalah kerupuk ikan. Sebagai usaha penganekaragaman produk kerupuk ikan dan penganekaragaman produk olahan mujair, maka dalam penelitian ini digunakan mujair sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kerupuk ikan. Mujair memiliki kadar protein 19,14% sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kadar protein kerupuk ikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal, yaitu penambahan ikan mujair yang terdiri dari 5 (lima) taraf perlakuan, yaitu ikan mujair 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% (I0, I10, I20, I30, I40). Parameter pengujian kerupuk ikan antara lain kadar air dan kadar protein (kerupuk mentah), volume pengembangan, daya patah, daya serap minyak, warna secara obyektif, dan organoleptik yaitu kesukaan terhadap warna, kerenyahan, dan rasa (kerupuk setelah digoreng). Data hasil organoleptik selanjutnya dianalisa statistik menggunakan uji analisis varian (ANAVA) pada α = 5% untuk mengetahui apakah ada perbedaan nyata antar taraf perlakuan dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) untuk melihat taraf perlakuan yang dapat memberikan perbedaan yang nyata. Pemilihan perlakuan terbaik didasarkan pada uji pembobotan. Hasil perlakuan terbaik yang diperoleh adalah perlakuan T 100I20 yaitu kerupuk dengan tapioka 100% dan ikan mujair 20%. Kerupuk mentah dengan perlakuan T 100I20 memiliki kadar air 10,43% dan kadar protein 5,83%. Kerupuk dengan perlakuan T 100I20 yang sudah digoreng memiliki karakteristik volume pengembangan 453 kali, daya patah 14,30 N, daya serap minyak 8,22%, warna (Lightness 50,30; redness 24,63; yellowness 9.03, ΔE 9.15), dan uji organoleptik (warna 5,50; rasa 5,40; kerenyahan 5,09). Skor uji pembobotan meliputi kadar protein, volume pengembangan, dan sifat organoleptik dengan skor 0,6120

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology : Food Technology Study Program" not defined]
Uncontrolled Keywords: kerupuk ikan, tepung tapioka, mujair
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 20 Jun 2017 04:20
Last Modified: 20 Jun 2017 04:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/10984

Actions (login required)

View Item View Item