Pengaruh perbandingan teh hitam-daun meniran dan konsentrasi asam sitrat terhadap kadar total fenol, flavonoid, aktivitas antibakteri dan sifat organoleptik minuman fungsional teh meniran

Candra, Stephanus (2011) Pengaruh perbandingan teh hitam-daun meniran dan konsentrasi asam sitrat terhadap kadar total fenol, flavonoid, aktivitas antibakteri dan sifat organoleptik minuman fungsional teh meniran. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (94kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (173kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[img] Text (BAB 4)
BAb 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135kB)
[img] Text (BAB 5)
BAb 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (60kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (66kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)

Abstract

Teh hitam merupakan olahan daun Camellia sinensis yang paling banyak dikonsumsi oleh seluruh orang di dunia. Teh hitam mengandung senyawa fenol yang sebagian besar merupakan golongan flavonoid. Tanaman meniran (Phyllanthus niruri Linn) merupakan tanaman yang tumbuh secara liar dan memiliki beberapa khasiat seperti antibakteri dan penyembuhan berbagai penyakit. Zat antibakteri yang terdapat di dalam meniran antara lain flavonoid, tannin, saponin dan terpenoid. Tanaman meniran ini memiliki rasa yang pahit dan memiliki flavor yang tidak disukai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan minuman fungsional teh variasi baru melalui pengkombinasian teh hitam dengan daun meniran dan penambahan asam sitrat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan faktor ganda, yaitu konsentrasi asam sitrat (0,5% dan 1,0%) dan perbandingan teh hitam – daun meniran (90:10, 80:20, dan 70:30). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali Parameter pengujian adalah kadar total fenol, flavonoid, aktivitas antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma). Data yang diperoleh dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Varians) pada α=5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter pengujian. Apabila ada pengaruh faktor perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah perbandingan teh hitam dengan daun meniran tidak memberikan pengaruh namun pada konsentrasi asam sitrat memberikan pengaruh terhadap kadar total fenol, kadar flavonoid dan aktivitas antibakteri, sedangkan untuk uji organopleptik semua perlakuan memberikan beda nyata kecuali yang warna tidak memberikan beda nyata. Minuman fungsional terbaik adalah 90:10 dan konsentrasi asam sitrat 0.5%

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology : Food Technology Study Program" not defined]
Uncontrolled Keywords: teh hitam, meniran, antibakteri, fenol, flavonoid, minuman fungsional
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 19 Jun 2017 08:27
Last Modified: 19 Jun 2017 08:27
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11028

Actions (login required)

View Item View Item