Cultural brand activation : Strategi penguatan budaya lokal daerah (Studi kasus Surabaya Urban Culture sebagai penguatan budaya lokal Surabaya)

Theresia Intan, Putri Hartiana (2013) Cultural brand activation : Strategi penguatan budaya lokal daerah (Studi kasus Surabaya Urban Culture sebagai penguatan budaya lokal Surabaya). In: Marketing Communication Pariwisata dan Korporasi di Indonesia.

[img]
Preview
Text (Cultural brand activation : Strategi penguatan budaya lokal daerah (Studi kasus Surabaya Urban Culture sebagai penguatan budaya lokal Surabaya))
Komunikasi Indonesia untuk Membangun Peradaban Bangsa bu intan.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Sejak dicanangkannya Visit Indonesia Year ditahun 2008, mendorong kebangkitan Pariwisata Nasional Indonesia dengan prestasi target realistis kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 6,5 juta orang. Program tahun kunjunganpun mulai digalakkan oleh pemerintah daerah mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dari catatan Pusat Analisis Informasi Pariwisata (PAIP) tahun 2008, misalnya, ada tiga daerah yang menggelar tahun kunjungan yakni Sumatera Selatan (Visit Musi Year 2008), Visit Bengkulu Year 2008, Visit West Java Year 2008. Tahun 2009, ada dua daerah menggelar program serupa yakni Lampung (Visit Lampung Year 2009), dan Kalimantan Selatan (Visit South Kalimantan Year 2009). Tahun 2010, setidaknya ada tiga daerah menggelarnya yakni Bangka Belitung (Visit Bangka Belitung Year 2010), Batam (Visit Batam Year 2010), dan Kalimantan Barat (Visit West Kalimantan Year 2010). Tak hanya lewat pencanangan tahun kunjungan daerah tertentu, pemerintah daerah juga membuat program kegiatan untuk mampu meningkatkan budaya kedaerahannya.,seperti tercatat ada beberapa event yang terlaksana Jember Fashion Festival, Solo International Ethnic and Contemporary Music (Kereta Kencana World Music Festival), Festival Krakatau, Karnival Batik Solo, Festival Danau Toba. Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) merupakan satu diantara ide Pemerintah Kota untuk menghidupkan kembali Jl Tunjungan seperti dahulu. Sebenarnya, Jl Tunjungan sendiri mempunyai nilai yang sangat strategis jika dilihat dari sisi historis .Dalam Surabaya Urban Culture Festival ada beberapa rangkaian kegiatan diantaranya, the beauty of remo, remo dance performance (Flas MOB), parikan, ludruk, potret Surabaya lama (visual mapping dan pameran) dan festival panganan Surabaya. Secara keseluruhan, tulisan ini membahas mengenai Surabaya Urban Culture, sebagai brand activation penguatan budaya Surabaya. Mengangkat “Local Culture” Surabaya sebagai kota pahlawan, Surabaya Urban Culture dianggap berhasil mengkomunikasikan budaya lokal Surabaya bagi masyarakat

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: Brand Activation, Culture, Surabaya
Subjects: Communication Science
Divisions: Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program
Depositing User: Theresia Intan Putri Hartiana
Date Deposited: 22 Jul 2017 05:27
Last Modified: 10 Apr 2018 03:40
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11195

Actions (login required)

View Item View Item