Pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara

Lidi, Yoseph (2017) Pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic university Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (109kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (77kB) | Preview

Abstract

Pendidikan yang memerdekakan adalah suatu proses pendidikan yang meletakan unsur kebebasan anak didik untuk mengatur dirinya sendiri, bertumbuh dan berkembang menurut kodratnya secara lahiriah dan batianih. Secara lahiriah anak didik memperoleh kemerdekaan dalam pendidikan melalui pengajaran. Di samping itu, anak didik memperoleh pendidikan yang memerdekakan secara batiniah diperoleh melalui pendidikan. Pendidikan merupakan upaya untuk membina, menuntun “segala aspek” yang melekat pada kemanusiaan anak didik. Anak didik ingin mencapai manusia merdeka karena ia ingin memaknai eksistensinya sebagai manusia yang beradab (mandiri), tidak bergantung pada orang lain. Pendidikan dan pengajaran merupakan sarana membina, menuntun pola berpikir anak didik baik akal budi teoritis maupun akal budi praktis mereka demi membentuk pribadi yang berpengetahuan dan beretika. Latar belakang penulisan karya ilmiah ini adalah pendidikan yang memerdekakan memiliki relevansi terhadap permasalahan pendidikan pada zaman ini. Oleh karena itu, persoalan tersebut perlu dipelajari, direfleksikan, dimaknai dan disajikan kembali kepada publik agar kita lebih kritis untuk melihat praktek-praktek pelaku pembelajar untuk memperoleh pengetahuan yang masih lemah dalam membentuk moral yang baik. Praktek semacam ini merupakan suatu tanda bahwa usaha pendidikan dan pengajaran mengalami “kegagalan” atau belum berhasil dengan baik. Oleh karena itu, perlu peningakatan kualitas penanganan mutu pengajaran baik secara teoritis maupun secara praktis. Ki Hajar Dewantara dalam karyanya mencoba menampilkan gagasan mengenai pendidikan yang memerdekakan untuk melihat secara keseluruhan proses pergerakan pendidikan dan pengajaran secara teoritis maupun praktis. Ia ingin mendamaikan kedua bentuk pengajaran tersebut dengan meletakan peran pendidik sebagai “roda” utama di dalamnya. Pendidikan yang Memerdekakan berbicara tentang suatu bentuk pendidikan dan pengajaran yang meletakan kemandirian anak didik dan di dalamnya dimaknai pula kodrat rasional dan sekaligus memiliki kehendak bebas. Dalam proses pencarian dan pemaknaan ulang terhadap pendidikan dan pengajaran yang memerdekakan, peran pendidik dan anak didik dianalisis secara filosofis dengan metode-metode penelitian khas filsafat. Hal yang khas dalam pembahasan dari pendidikan dan pengajaran yang memerdekakan adalah anak didik dan pendidik dilihat sebagai dasar keberadaan pendidikan yang manusiawi. Pembahasan tema dan sub tema dalam ulasan skripsi ini dibahas secara filosofis. Adanya pendidikan yang manusiawi merupakan suatu kebenaran universal yang ada dalam pendidikan dan pengajaran. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam konteks pendidikan manusiawi, yakni pendidikan dan pengajaran dilihat sebagai proses memanusiakan anak didik sebagai manusia supaya ia sadar bahwa ia adalah manusia yang mampu dibentuk secara mandiri. Maka perintah, paksaan dan hukuman merupakan cara praktik pendidikan dan pengajaran seringkali menjadi proses penyelidikan ilmiah, dan kajian disiplin ilmu yang lain. Beberapa tema filosofis yang ada dalam pendidikan yang memerdekakan adalah manusia sebagai makhluk persona (berpribadi), manusia dan pengetahuannya, manusia dan realitas lingkungan sosialnya. Ketiga hal ini menjadi suatu usaha yang ditempuh untuk menggali makna eksistensi pendidikan yang memerdekakan. Ketiga hal tersebut menunjukkan bahwa pencarian ini tidak hanya terjadi begitu saja, namun ada usaha untuk membangun, menuntun, membimbing keseluruhan realitas manusia. Pencarian ini melibatkan seluruh bagian kesadaran manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. Tujuan yang ingin dicapai adalah ingin memaknai serta membangun suatu pemaknaan terhadap eksistensi manusia. Caranya adalah eksistensi manusia terus dimaknai, dibentuk, dibina secara teoritis maupun praktis. Usaha ini merupakan proses memanusiakan manusia yang bermartabat. Hasil pembahasan pendidikan yang memerdekakan adalah sebuah kesimpulan filosofis yang merupakan hasil dari refleksi kritis penulis atas pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hasil keseluruhan refleksi kritis filosofis penulis terhadap pendidikan yang memerdekakan adalah pemaknaan lebih lanjut terhadap eksistensi manusia dalam keutuhan kodrat insani yaitu intelek, kehendak bebas serta makhluk sosial. Ketiga hal tersebut membentuknya untuk bertumbuh dan berkembang sebagai manusia mandiri, dan mampu memaknai eksistensinya dalam kehidupan sosial. Menjadi pribadi mandiri dan memaknai kehidupan sosial menjadi penting karena manusia secara kodrati mampu berdiri sendiri tetapi di sisi lain bergantung pada orang lain. Hal ini menjadi acuan pemahaman kita untuk melihat realitas kesejarahan manusia. Untuk memahami realitas manusia baik dari masa lampau maupun masa kini, diperlukan suatu pendekatan pemahaman bahwa keduanya tetap dilihat sebagai suatu kebenaran utuh, tidak berubah. Karena manusia yang dahulu dan manusia yang sekarang tetap memiliki kodrat yang sama. Akan tetapi yang perlu diperhatikan secara khusus adalah pola perilaku manusia yang selalu dinamis. Oleh karena itu, perlu sikap kritis untuk melihat koherensi manusia yang berpengetahuan dalam praktiknya di tengah masyarakat. Sikap kritis ini menuntun kepekaan kita untuk merefleksikan secara utuh persoalan perilaku manusia yang selalu dinamis. Oleh karena itu, perlu juga ada kesadaran untuk memaknai aksiologi pendidikan yaitu menciptakan kesejahteraan bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ki Hajar Dewantara, Pendidikan, Memerdekakan, Manusiawi, Pengajaran, lahiriah, batiniah, Pengetahuan.
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Yoseph Lidi
Date Deposited: 30 Nov 2017 02:04
Last Modified: 30 Nov 2017 02:04
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11418

Actions (login required)

View Item View Item