Uji aktivitas infus kunyit (Curcuma longa) terhadap waktu penyembuhan dan tingkat iritasi mata tikus secara makroskopis yang diinduksi Staphylococcus aureus

Manek, Desiderius Paristo (2017) Uji aktivitas infus kunyit (Curcuma longa) terhadap waktu penyembuhan dan tingkat iritasi mata tikus secara makroskopis yang diinduksi Staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab I.pdf

Download (410kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (455kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (775kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (731kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (67kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB)

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan masyarakat penyembuhan obat konjungtivitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek infus kunyit sebagai obat pada mata yang dibuat konjungtivitis akibat penginduksian Staphylococcus aureus. Pengamatan dilakukan terhadap waktu penyembuhan dan tingkat iritasi mata. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan wistar sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini Hewan coba dikelompokan menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, infus kunyit 5 %, infus kunyit 10 %, Infus kunyit 20 % dan kelompok pembanding obat cendofenicol. Tikus yang telah diinfeksi diberi pengobatan lalu diamati waktu penyembuhan dan tingkat iritasi pada mata tikus. Hasil yang didapatkan menunjukan adanya perbedaan bermakna dimana nilai signifikansi Chi square dari uji kruskal walis sebesar 0,000 < 0,05. Adanya percepatan waktu penyembuhan dan pengurangan tingkat iritasi terjadi pada kelompok percobaan yang diberi Infus kunyit dengan konsentrasi 20 % sedangkan kelompok percobaan yang diberi infus 5 % dan 10% memiliki efek yang lebih kecil sehingga dapat disimpulkan infus kunyit dengan konsentrasi 20 % memiliki efek antiinflamasi dalam menyembuhkan dan mengurangi tingkat iritasi yang lebih baik daripada infus dengan konsentrasi 5 % dan 10 %. Kata kunci: kunyit, antiinflamasi, waktu penyembuhan, tingkat iritasi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: kunyit, antiinflamasi, waktu penyembuhan, tingkat iritasi
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: DEsiderius P. Manek
Date Deposited: 21 Jul 2017 04:08
Last Modified: 21 Jul 2017 04:08
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11443

Actions (login required)

View Item View Item