Efektivitas antibakteri fraksi ekstrak etanol daun bintaro (cerbera odollam) terhadap bakteri staphylococcus aureus

Radja, Maria Viviani Rero (2017) Efektivitas antibakteri fraksi ekstrak etanol daun bintaro (cerbera odollam) terhadap bakteri staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
DAFTAR ISI PDF.pdf

Download (46kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (207kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (410kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (633kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (396kB)

Abstract

Infeksi adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat diobati dengan menggunakan antibiotik. Dewasa ini resistensi terhadap antibiotik semakin meningkat dan penelitian untuk mencari antibakteri dari bahan alam semakin diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri fraksi ekstrak etanol daun bintaro (Cerbera odollam) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Simplisia daun Bintaro (Cerbera odollam) dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian difraksinasi secara berkesinambungan dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Hasil fraksinasi masing – masing dibuat menjadi tiga konsentrasi yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji daya antibakteri dengan metode difusi sumuran, dilusi, dan bioautografi. Pembanding antibiotik yang digunakan adalah Tetrasiklin HCl dengan konsentrasi 0,4%. Dari hasil uji difusi diperoleh Daerah Hambat Pertumbuhan (DHP) fraksi n-heksan dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut – turut adalah 9,22 mm; 9,81 mm; dan 10,17 mm. Fraksi etil asetat dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut – turut adalah 26,09 mm; 30,73 mm; dan 31,61 mm. Fraksi air dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut – turut adalah 25,02 mm; 28,79 mm; dan 29,70 mm. Kadar Hambat Minimun (KHM) fraksi etil asetat yang mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi adalah 3,18% dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) adalah 11,63%. Hasil bioautografi dari fraksi etil asetat, menunjukkan golongan senyawa yang memiliki daya antibakteri adalah tanin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Daun bintaro, Staphylococcus aureus, fraksinasi, antibakteri.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Maria Viviani Rero Radja
Date Deposited: 30 Nov 2017 02:29
Last Modified: 30 Nov 2017 02:29
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11448

Actions (login required)

View Item View Item