Pola penggunaan ciprofloxacin pada pasien HIV & AIDS di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Larasati, Wahyu Maulia (2017) Pola penggunaan ciprofloxacin pada pasien HIV & AIDS di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholik University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
L. COVER (3 files merged).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
L. BAB 1.pdf

Download (117kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
L. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (524kB)
[img] Text (BAB 3)
L. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB)
[img] Text (BAB 4)
L. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
L. BAB 5 (2 files merged).pdf

Download (152kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
L. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (359kB)

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh khususnya limfosit-T CD4+ (CD4) sehingga menyebabkan penurunan sistem imun dan dapat menimbulkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Infeksi oportunistik adalah infeksi yang terjadi karena menurunnya sistem imun tubuh sehingga orang yang terinfeksi HIV menjadi rentan terhadap beberapa penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola terapi ciprofloxacin pada pasien HIV & AIDS di UPIPI RSUD Dr. Soetomo Surabaya meliputi indikasi, dosis, frekuensi, rute pemberian serta interaksinya. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan pengumpulan data secara retrospektif pada pasien HIV & AIDS tahun 2015 yang dirawat di UPIPI dengan terapi ciprofloxacin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ciprofloxacin dengan indikasi diare, gastroenteritis, sepsis, sirosis hepar, abses hepar, ISK, PID, demam tifoid, dan febris sesuai dengan pustaka. Diduga bahwa ciprofloxacin digunakan pada pasien dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yakni Pseudomonas aeruginosa dan Enterobacter cloacae. Ciprofloxacin digunakan pada dosis 200 mg dan 400 mg intravena serta 500 mg per oral dengan frekuensi dua kali sehari baik tunggal maupun kombinasi dengan metronidazole. Ciprofloxacin berinteraksi dengan omeprazole, propranolol, gluconas, cloroquin, ketorolac, fluoxetine, haloperidol, phenytoin. Hasil kultur diperlukan untuk menunjang ketepatan penggunaan antibiotic dan mencegah terjadinya interaksi obat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: AIDS, Ciprofloxacin, HIV
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Wahyu Maulia Larasati
Date Deposited: 30 Nov 2017 02:06
Last Modified: 30 Nov 2017 02:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11499

Actions (login required)

View Item View Item