Pengaruh penggunaan metotreksat terhadap kadar SGOT dan SGPT pasien Artritis Reumatoid di RSUP Sardjito Yogyakarta

Soewanko, Venny Fransisca (2017) Pengaruh penggunaan metotreksat terhadap kadar SGOT dan SGPT pasien Artritis Reumatoid di RSUP Sardjito Yogyakarta. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (44kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (413kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (111kB) | Request a copy

Abstract

Artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun umum terkait dengan kecacatan progresif, komplikasi sistemik, menimbulkan deformitas persendian, gangguan fungsi, dan penurunan kualitas hidup. Penyebab terjadinya belum diketahui secara pasti namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko yaitu faktor genetik, infeksi dan lingkungan. Obat yang sering dipakai dalam terapi adalah golongan DMARDs (Disease-Modifying Antirheumatic Drugs). Metotreksat merupakan metabolit sintetik dan merupakan obat lini pertama serta digunakan lebih dari 40 tahun. Penggunaan metotreksat yang terus menerus dapat menimbulkan efek hepatotoksisitas sehingga harus dilakukan pemantauan fungsi hepar. Salah satu cara uji tes fungsi hepar dengan memantau enzim hepar yaitu Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metotreksat terhadap kadar SGOT dan SGPT pasien artritis reumatoid di RSUP Sardjito Yogyakarta. Pada 96 sampel terdiri dari 77 perempuan dan 19 laki-laki pada awalnya memiliki nilai SGOT dan SGPT normal. Sampel memperoleh terapi metotreksat selama 6 bulan. Pada uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov didapatkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p kadar SGOT setelah dan sebelum terapi 0,483 , dan untuk nilai p kadar SGPT setelah dan sebelum terapi 0,979. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan metotreksat terhadap kadar SGOT dan SGPT pasien artritis reumatoid di RSUP Sardjito Yogyakarta.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: metotreksat, artritis reumatoid, SGOT, SGPT, efek samping
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Venny Fransisca S.
Date Deposited: 30 Nov 2017 02:34
Last Modified: 23 Oct 2018 02:16
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11508

Actions (login required)

View Item View Item