Peran warga negara dalam berpolitik menurut Aristoteles dalam The Politics

Januarius, Laurensius (2017) Peran warga negara dalam berpolitik menurut Aristoteles dalam The Politics. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (234kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (408kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (194kB) | Preview

Abstract

Dalam penulisan Skripsi ini, penulis mengkaji pemikiran Aristoteles tentang peran warga negara dalam politik. Penulis mengkaji pemikiran Aristoteles tersebut dalam bukunya The Politics. Masalah pokok yang hendak dikaji oleh penulis adalah bagaimana peran serta warga negara dalam politik menurut Aristoteles. Masalah tersebut penulis rumuskan karena adanya latar belakang bahwa dewasa ini terjadi penarikan diri dalam aktivitas berpolitik. Warga negara yang menarik diri berpendapat bahwa menggunakan hak pilih atau tidak, ternyata tidak ada nilainya atau tidak mengubah nasib mereka. Pudarnya kepercayaan mereka terhadap para pemimpin lahir karena seringkali para pemimpin menyalahgunakan jabatanya demi kepentingannya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mendalami dan memahami pemikiran Aristoteles tentang peran warga negara dalam politik. Selain itu juga penulis berusaha mencari pendasaran dari pemikiran Aristoteles mengenai peran warga negara dalam politik yang dapat disumbangkan kepada pembaca, pada konteks keindonesiaan saat ini. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dari hasil penelitian tersebut penulis menarik kesimpulan untuk menjawabi pertanyaan dalam rumusan masalah. Penulis menyimpulkan bagaimana peran warga negara dalam berpolitik menurut Aristoteles dalam buku The Politics sebagai berikut. Menurut Aristoteles,warga negara adalah orang-orang yang terlibat dalam seluruh aktivitas politik. Keterlibatan tersebut misalnya memangku jabatan deliberatif dan judikatif yang bertujuan untuk mencapai kecukupan diri di dalam sebuah negara. Menurut Aristoteles, tidak semua yang tinggal di dalam sebuah negara disebut sebagai warga negara. Warga negara dalam konsep Aristoteles adalah warga negara yang terbatas. Misalnya anak-anak, orang tua, petani dan montir serta orang asing tidak dapat disebut sebagai warga negara. Anak-anak belum cukup umur sehingga belum memiliki keterampilan dan kecakapan seperti orang dewasa yang telah terdidik dengan baik. Orang yang sudah tua karena usianya sudah lanjut sehingga tidak sanggup lagi untuk terlibat dalam aktivitas politik. Warga negara adalah orang yang terlibat dalam pertimbangan keadilan dan memegang jabatan publik. Sebagai warga negara dituntut untuk mengambil bagian dalam urusan yang berkaitan dengan kepublikan. Warga negara memiliki hak untuk terlibat dalam tugas-tugas publik. Menurut Aristoteles secara kodrati manusia adalah makhluk politik. Sebagai makhluk politik manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena manusia dilengkapi dengan kemampuan berpikir dan berbicara. Dengan kemampuan tersebut manusia dapat berelasi dalam kehidupan sosial. Baginya kehidupan sosial hanya dapat ditemukan dalam negara. Manusia sebagai makhluk politik memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada makhluk lainnya. Misalnya lebah juga hidup berkelompok namun tidak sosial karena hidup berdasarkan insting. Aristoteles mau menunjukan bahwa politik merupakan kegiatan khas manusia. Hal tersebut dikarenakan berpolitik merupakan puncak kesosialan manusia dan kesosialan merupakan ciri khas manusia. Sebagai maklhuk politik manusia tidak dapat memisahkan diri dari orang lain, karena manusia tidak dapat mencukupi diri tanpa kehadirian orang lain. Manusia tidak akan menjadi manusiawi apabila tidak hidup dalam kebersamaan. Manusia dapat merealisasikan kemanusiaannya hanya dalam kehidupan bersama. Demikian pula sebuah negara tidak akan mampu mencapai kesejahteraan bersama (bonum commune) apabila setiap orang hanya mengejar kepentingannya sendiri. Bagi Aristoteles, setiap warga negara harus terlibat dalam seluruh aktivitas politik yakni memerintah dan diperintah. Warga negara harus selalu siap apabila dibutuhkan untuk menjadi pemimpin dan yang dipimpin. Keterlibatan warga negara dalam politik merupakan suatu keharusan. Keterlibatan warga negara tidak dilakukan secara serempak tetapi secara bergiliran. Mereka memegang jabatan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah disepakati secara bersama-sama. Dengan cara seperti ini semua orang dapat memerintah dan diperintah secara bergiliran. Warga negara yang terlibat di dalam aktivitas politik dituntut memiliki penalaran akal budi yang baik. Dengan memiliki akal budi yang baik seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang bijaksana. Menurut Aristoteles, di dalam sebuah negara ada tiga unsur kekuasaan yakni delibertif yang berkaitan dengan diskusi-duskusi untuk kepentingan umum, eksekutif dan yudikatif. Setiap warga negara diharapkan dapat terlibat kedalam tiga unsur tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu juga ketiga unsur tersebut dapat membantu warga negara dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan. Berdasarkan hal tersebut diatas, pemikiran Aristoteles tentang peran serta warga negara dalam politik masih sangat relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Pemikiran Aristoteles tersebut mau mengajak seleuruh elemen masyarakat Indonesia untuk terlibat aktif dalam seluruh aktivitas politik. Dengan peran serta warga negara dalam politik, pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga peran serta warga negara dalam segala lini kehidupan dapat mengontrol pemerintahan. Kontrol warga negara yang baik terhadap pemerintahan dapat mendorong pemerintahan yang bersih dan transparan sehingga kebaikan bersama akan terpenuhi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Phylosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Aristoteles, politik, manusia sebagai makhluk politik, negara, warga negara, peran warga negara.
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Laurentius Janvarius
Date Deposited: 01 Aug 2017 02:53
Last Modified: 11 Dec 2017 08:12
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/11850

Actions (login required)

View Item View Item