Hubungan berat badan lahir rendah dengan nilai APGAR di rumah sakit ibu dan anak Lombok Dua Dua Surabaya

Gunawan, Septania (2014) Hubungan berat badan lahir rendah dengan nilai APGAR di rumah sakit ibu dan anak Lombok Dua Dua Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (295kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (913kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (644kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (742kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (707kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (416kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Setiap kehamilan diharapkan lahimya bayi yang sehat dan sempuma secara jasmaniah dengan berat badan lahir yang cukup. Hasil statistik oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2012, prevalensi bayi BBLR 3,32% (19.712/ 597.378 kelahiran hidup) sebagai penyebab kematian terbesar. BBLR identik dengan nilai APGAR yang rendah tanpa penjelasan lebih lanjut apakah BBLR ikut mempengaruhi nilai APGAR bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan BBLR dengan nilai APGAR. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dan analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dibagian Rekam Medis RSIA Lombok Dua Dua Surabaya bulan November 2011-Juli 2014. Data dikumpulkan dari rekam medis 175 bayi BBLR secara purposive sampling. Data sejumlah 173 yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara bivariat menggunakan SPSS 16. Variabel bebas penelitian ini adalah BBLR dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai APGAR. Data mengenai penelitian deskriptif meliputi cara partus dan usia gestasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan tabulasi silang dan uji korelasi Spearman dengan p = 0,05. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan semakin tua kehamilan maka berat badan janin akan semakin bertambah. Pada penelitian ini, sebagian besar bayi dengan nilai APGAR normal dilahirkan secara sectio caesarea. Hasil penelitian analitik dengan pembagian 3 golongan BBLR yaitu terdapat hubungan bermakna antara BBLM dengan nilai APGAR menit ke 1 dan pada menit ke 5 sedangkan BBLSR dan BBLER tidak memiliki hubungan dengan nilai APGAR. Sedangkan hasil penelitian analitik keseluruhan BBLR (tanpa penggolongan) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara BBLR dengan nilai APGAR menit ke 1 dan dengan nilai APGAR menit ke 5. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi berat badan bayi, semakin tinggi nilai APGAR menit ke 1 dan ke

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: BBLR, Nilai APGAR, Cara Partus, Usia Gestasi
Subjects: Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Bambang Kriscahyo
Date Deposited: 30 Jan 2015 07:55
Last Modified: 30 Jan 2015 07:55
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1239

Actions (login required)

View Item View Item