Pengaruh senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat terhadap aktivitas dan indeks organ tikus wistar betina sebagai pelengkap uji toksisitas subkronik

Tulasi, Hilary Stefania (2017) Pengaruh senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat terhadap aktivitas dan indeks organ tikus wistar betina sebagai pelengkap uji toksisitas subkronik. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
fix upload 2.pdf

Download (921kB) | Preview
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (135kB)
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (179kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (259kB)
[img] Text (BAB 4)
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (324kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (272kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (432kB)

Abstract

Asam asetilsalisilat merupakan obat analgesik turunan asam salisilat yang banyak digunakan sebagai analgesik pengganti asam salisilat. Asam asetilsalisilat memiliki efek samping induksi lambung dalam pemakaiannya. Penelitian uji toksisitas subkronik yang mengacu pada Organization for Economic Cooporation and Development (OECD 407,1995) telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat Diharapkan bahwa senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat memiliki toksisitas subkronik lebih rendah dari asam asetilsalisilat. Pada penelitian ini yang diamati meliputi uji aktivitas dan indeks organ pada tikus wistar betina. Kelompok percobaan dibagi lima kelompok yaitu kelompok kontrol positif dan satelitnya (asam asetilsalisilat 9 mg/200 gBB), kelompok kontrol negatif (PGA 1%), kelompok uji senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat dan satelitnya (9; 18; 27 mg/200 gBB) yang diberikan secara oral untuk jangka waktu 28 hari. Kelompok satelit dibiarkan selama 14 hari setelah perlakuan untuk melihat apakah terjadi perbaikan organ setelah obat dihentikan. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat dengan pemberian dosis 9 mg/200 gBB, 18 mg/200 gBB, dan 27 mg/200 gBB tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas tikus, namun memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks organ lambung kelompok satelit dengan dosis 27 mg/200 gBB dan organ ginjal kelompok satelit kontrol positif dan kelompok dosis 18 mg/200 gBB pada tikus wistar betina.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Hilary Stefania Tulasi
Date Deposited: 06 Sep 2017 08:31
Last Modified: 11 Feb 2019 04:00
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/12463

Actions (login required)

View Item View Item