Perbandingan Profil Penyakit Tuberkulosis Paru antara Pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Pasien tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 di RS Paru Surabaya Tahun 2014

Mulyono, Ardy (2014) Perbandingan Profil Penyakit Tuberkulosis Paru antara Pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Pasien tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 di RS Paru Surabaya Tahun 2014. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (85kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (58kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (625kB) | Preview

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia TB menempati urutan ketiga sebagai penyakit penyebab kematian terbanyak. Penyakit ini bisa menular terutama melalui udara yang mengandung bakteri yang berasal dari batuk atau bersin penderita. Suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan antara TB paru dengan penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) dengan risiko relatif sebesar 3,11. Kedua penyakit tersebut perlu untuk diperhatikan sebab keduanya bisa saling mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan profil penyakit TB paru pada pasien dengan DMT2 dan pasien tanpa DMT2 di RS Paru Surabaya. Profil yang dimaksud dalam penelitian merujuk pada pemeriksaan BTA secara mikroskopis dan pemeriksaan radiologi toraks. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan metode cluster sampling dengan pasien penderita TB paru yang berusia lebih dari 16 tahun sebanyak 122 orang. Dari jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi kelompok pasien TB paru dengan DMT2 sebanyak 52 orang dan kelompok pasien TB paru tanpa DMT2 sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian TB paru pada kelompok pasien dengan DMT2 maupun pasien tanpa DMT2 lebih banyak terjadi pada laki-laki. Mayoritas penderita TB paru tanpa DMT2 terjadi pada usia muda dan produktif antara 26-35 tahun (34,3%), sedangkan penderita TB paru dengan DMT2 terjadi pada usia lebih tua antara 40-49 tahun (44,2%). Perbandingan pemeriksaan BTA antar kelompok pasien TB paru dengan DMT2 dan pasien tanpa DMT2 dengan uji chi-square menunjukkan p-value sebesar 0,554 dan perbandingan pemeriksaan radiologi menunjukkan p-value sebesar 0,197. Dari penelitian ini dapat kita ketahui bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna profil TB paru antara pasien dengan DMT2 dan pasien tanpa DMT2

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis paru, diabetes mellitus tipe 2, pemeriksaan BTA, pemeriksaan radiologi
Subjects: Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Bambang Kriscahyo
Date Deposited: 02 Feb 2015 01:52
Last Modified: 02 Feb 2015 01:52
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1250

Actions (login required)

View Item View Item