Diversifikasi formula produk wafer stick dengan penggantian tepung tapioka menggunakan tepung sagu

Prasetyo, Intan Purnamasari (2012) Diversifikasi formula produk wafer stick dengan penggantian tepung tapioka menggunakan tepung sagu. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif). Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (23MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (23MB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (23MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (23MB)
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf

Download (23MB) | Preview

Abstract

Wafer stickmerupakan salah satu pilihan makanan yang sifatnya praktis, mudah diperoleh, harganya terjangkau, rasanya disukai, dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Penentu standar kualitas wafer stick yaitu memiliki kadar air yang rendah dan bersifat renyah tetapi tidak mudah hancur. Salah satu penentu keberhasilan dalam membuat wafer stick adalah penggunaan tepung terigu sebagai bahan baku utama pembuatannya. Substitusi tepung sagu menggantikan tepung tapioka merupakan upaya diversifikasi bahan pangan lokal yang sejenis yang belum dimanfaatkan secara optimal. Diversifikasi pangan adalah salah satu cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi risiko produksi akibat perubahan iklim dan kondusif untuk mendukung perkembangan industri pengolahan berbasis sumberdaya lokal.Sagu adalah bahan pangan lokal Indonesia yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dijadikan bahan pangan alternatif makanan tinggi kalori selain beras atau gandum. Sagu mempunyai keunggulan komparatif terhadap bahan pangan lain, antara lain dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, dapat dipanen dan diolah tanpa mengenal musim serta resiko terkena penyakit tanaman kecil. Penggunaan tepung sagu sebagai pengganti tapioka sebenarnya cukup prospektif sebagai pendorong diversifikasi pangan, karena sagu di Indonesia meliputi 850.000 ha yang tersebar terutama di daerah Irian Jaya, Maluku, Kalimantan, dan beberapa tempat lainnya di Indonesia, dengan tingkat produksi per hektar per tahun dapat menghasilkan 7-11 ton tepung sagu kering.Tepung sagu juga memilki IG lebih rendah dari tapioka yang bermanfaat bagi penderita diabetes dan yang sedang melakukan diet. Penggunaan tepung sagu diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap karakteristik opak wafer stick yang dihasilkan, yaitu warna, tekstur (kerenyahan) dan rasa wafer stick yang diinginkan seperti yang ada di pasaran.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Wafer stick,diversifikasi, tepung sagu
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Thomas Aryanatan Lena
Date Deposited: 16 Oct 2017 04:52
Last Modified: 02 Oct 2018 04:38
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/12668

Actions (login required)

View Item View Item