Hubungan kebiasaan lama duduk dengan myofascial pain Syndrome.

Hartanto, Richard (2014) Hubungan kebiasaan lama duduk dengan myofascial pain Syndrome. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (414kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (716kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (681kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Lama duduk mempakan salah satu tipe dari Prolong Static Posture, dan hal ini mempakan salah satu faktor risiko terjadinya Myofascial Pain Syndrome. Myofascial Pain Syndrome adalah sebuah sindrom nyeri yang berasal dari trigger points pada otot skelet Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan kebiasaan lama duduk denganMyofascial Pain Syndrome. Penelitian ini mempakan penelitian yang bersifat deskriptip­ analitik dimana data dikumpulkan dari kuisioner yang diisi oleh responden. Populasi pada penelitian ini adalah semua pekerja yang bekerja di CV. INTISARI JAYA Sampel berjumlah 37 orang yang masih aktif bekerja. Didapatkan 5 pekerja yang menderita MPS: Dari kelima pekerja ini, 4 orang (80%) memiliki waktu lama duduk sekitar 4 - 6 jam, dan 1 orang lainnya (20%) memiliki waktu lama duduk sekitar 6 - 8 jam. Kelima pekerja ini (100%) memiliki periode lama waktu duduk dibawah 10 tahun. Pada salah satu pekerja yang menderita MPS (20%) memiliki 5 kriteria mayor (Nyeri pundak, nyeri alih, taut band, nyeri di taut band, dan Keterbatasan ROM) dan 2 kriteria minor (Nyeri tekan di taut band dan respon kedutan lokal), satu pekerja lain (20%) memiliki 5 kriteria mayor (Nyeri pundak, nyeri alih, taut band, nyeri di taut band, dan Keterbatasan ROM) dan 1 kriteria minor (Nyeri tekan di taut band), serta 3 pekerja yang menderita (60%) memiliki 4 kriteria mayor (Nyeri pundak, nyeri alih, taut band, dan nyeri di taut band) dan 1 kriteria minor (Nyeri tekan di taut band). Pada penelitian ini, lama duduk tidak mempengaruhi timbulnya Myofascial Pain Syndrome, namun periode lama duduk dapat mempengaruhi timbulnya Myofascial Pain Syndrome.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Myoascial Pain Syndrome, lama duduk, periode lama duduk
Subjects: Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Bambang Kriscahyo
Date Deposited: 03 Feb 2015 06:35
Last Modified: 03 Feb 2015 06:35
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1280

Actions (login required)

View Item View Item