Pengujian hipersensitivitas sediaan patch transdermal ekstrak air daun angsana (Pterocarpus indicus willd.) pada kulit marmut

Anrika, Merry Yulia (2014) Pengujian hipersensitivitas sediaan patch transdermal ekstrak air daun angsana (Pterocarpus indicus willd.) pada kulit marmut. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (49kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (824kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Dalam bentuk sediaan infus yang diberikan secara peroral angsana memiliki efektifitas hipoglikemik yang kurang karena dapat dirusak dalam suasana asam lambung. Oleh karena itu, sebagai alternatif bentuk sediaan terpilih adalah menggunakan sediaan transdermal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek hipersensitivitas sediaan transdermal ekstrak air daun angsana pada kulit marmut pada jangka waktu yaitu 7-14 hari. Sediaan transdermal yang digunakan adalah patch. Patch ini akan ditempelkan pada kulit punggung marmut. Komposisi patch transdermal yang digunakan adalah HPMC 1,225 gram, gliserol 1,225 gram, asam oleat 0,16 gram, tween 80 0,325 gram dan ekstrak daun angsana masing-masing dengan dosis 2,88 mg/cm2 dan 5,77 mg/cm2. Hewan percobaan yang digunakan adalah marmut jantan yang berusia 1-3 bulan dengan berat rata-rata 250-550 gram. Sebanyak 30 hewan coba diadaptasi sebelum percobaan selama 5 hari kemudian dikelompokkan secara acak dalam 4 kelompok. Tiap kelompok marmut diberi perlakuan yang berbeda selama 14 hari berturut-turut yaitu kelompok 1 sebagai kontrol (-) diberi patch tanpa ekstrak angsana, kelompok 2 dan 3 diberi patch dosis 2,88 mg/cm2 dan dosis 5,77 mg/cm2, dan kelompok 4 diberi patch Na lauril sulfat sebagai kontrol (+). Setiap formula sediaan patch diuji karakteristik sediaan meliputi organoleptik dan moisture content (MC). Sensitisasi marmut dilakukan dengan cara perlukaan dan pemberian suspensi Staphylococcus aureus kemudian dibiarkan kembali selama 48 jam. Setelah observasi, patch transdermal diaplikasikan pada kulit marmut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sediaan patch transdermal daun angsana dosis 2,88 mg/cm2 dan 5,77 mg/cm2 tidak menyebabkan hipersensitivitas terhadap kulit marmut yang telah disensitisasi dalam perlakuan selama 14 hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Daun Pterocarpus indicus Willd., hipersensitivitas, patch transdermal, marmut
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Operator 2 Student Staff
Date Deposited: 25 Sep 2014 02:44
Last Modified: 05 Mar 2018 01:54
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/130

Actions (login required)

View Item View Item