Efek samping pemberian kurkumin-msn terhadap gambaran histopatologi ginjal (Rattus norvegicus) jantan sebagai uji toksisitas khusus

Aulia, Daeng Agus Rizka Elok (2017) Efek samping pemberian kurkumin-msn terhadap gambaran histopatologi ginjal (Rattus norvegicus) jantan sebagai uji toksisitas khusus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (728kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (75kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (381kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (73kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (493kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (30kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (675kB) | Request a copy

Abstract

Kunyit (Curcuma longa Linn) merupakan salah satu dari rempah yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat sebagai rempah yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksi kurkumin dan zat-zat manfaat lainnya. Salah satu senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit mampu bekerja sebagai antiinflamasi yaitu kurkumin. Dimana pada penelitian sebelumnya Kurkumin yang diberikan secara oral dilaporkan memiliki kadar yang rendah di serum dan jaringan, metabolisme, dan eliminasi yang cepat disebabkan oleh kelarutan kurkumin yang buruk, sehingga pada penelitian ini diperlukan bahan pembawa yaitu Mesoporous Silica Nanopartikel (MSN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kurkumin dengan dosis 2mg/200gBB dari tanaman kunyit (Curcuma Longa) dan Kurkumin-MSN dengan dosis 10mg/200gB mempunyai efek samping yang lebih rendah didalam histopatologi ginjal pada pengamatan mikroskopis sel nekrosis pada tubulus proksimalis dan tubulus distalis. Metode penelitian menggunakan metode perbandingan antara ginjal tikus putih jantan dengan menggunakan obat pembanding yang biasa dipakai dipasaran, yaitu tablet voltaren. Tikus dibagi menjadi empat kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 tidak diberi perlakuan atau hanya diberi WFI; kelompok 2 diberikan ekstrak kurkumin 2mg/200gBB; kelompok 3 diberikan Kurkumin-MSN 10mg/200gBB; kelompok 4 sebagai pembanding menggunakan sediaan Natrium Diklofenak 1mg/200gBB. Parameter yang diamati adalah jumlah sel nekrosis pada setiap kelompok tikus dibagian tubulus proksimalis dan tubulus distalis. Data yang diperoleh dari pengamatan mikroskopis dianalisis dengan One Way Anova ((Duncan (α=0,05)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkumin-msn mempunyai efek samping kerusakan terhadap histopatologi ginjal pada tubulus proksimal dan tubulus distalis lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pemberian natrium diklofenak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak Kurkumin, kurkumin-MSN, histopatologi ginjal, natrium diklofenak
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 4849 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2018 05:37
Last Modified: 09 Jan 2018 05:37
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13009

Actions (login required)

View Item View Item