Pengaruh konsentrasi garam terhadap sifat fisikokimiawi dan organoleptik telur asin beluntas (pluchea indica less)–teh hitam (camelia sinensis)

Adventi, Brigita Santi (2015) Pengaruh konsentrasi garam terhadap sifat fisikokimiawi dan organoleptik telur asin beluntas (pluchea indica less)–teh hitam (camelia sinensis). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (579kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (101kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (86kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (173kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (753kB)

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan pangan hewani yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yang menyebabkan telur mudah mengalami kerusakan. Pengasinan menyebabkan umur simpan telur lebih lama daripada telur segar namun aroma amis dari telur segar tidak berkurang. Oleh karena itu perlu penambahan bahan yang berfungsi untuk menghilangkan aroma amis, yaitu daun beluntas (Pluchea indica less) dan teh hitam (Camelia sinensis). Berdasarkan hasil pengujian pendahuluan bahwa aroma amis telur asin beluntas-teh hitam berkurang pada penambahan proporsi tepung daun beluntas: tepung teh hitam 50:50% (b/v). Namun demikian rasa asin yang dihasilkan tidak sebaik pada perlakuan kontrol positif (25% (b/v) garam tanpa penambahan tepung daun beluntas dan tepung teh hitam), oleh karena itu dilakukan penelitian menggunakan konsentrasi garam yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, yaitu konsentrasi garam yang terdiri dari 7 (tujuh) taraf perlakuan, yaitu konsentrasi garam 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%, dan kontrol positif. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Parameter yang diuji kadar air, kadar garam, tekstur, warna, dan pengujian organoleptik (warna, rasa, dan aroma). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji ANAVA pada α = 5% yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan nyata terhadap parameter penelitian. Jika diperoleh hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan α = 5% untuk menentukan taraf perlakuan yang memberikan perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi garam yang berbeda berpengaruh nyata pada putih dan kuning telur untuk parameter kadar garam, hardness, adhesiveness, lightness, dan chroma, sedangkan parameter cohesiveness dan hue hanya terlihat pada putih telur dan organoleptik pada kuning telur. Namun demikian perlakuan perbedaan konsentrasi garam tidak menunjukkan beda nyata pada putih dan kuning telur untuk parameter kadar air, sedangkan parameter cohesiveness dan hue tidak berpengaruh pada kuning telur dan organoleptik pada putih telur.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Telur asin, beluntas, teh hitam, fisikokimia, organoleptik
Subjects: Agriculture and Food Technology > Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Thomas Aryanatan Lena
Date Deposited: 18 Jan 2018 03:56
Last Modified: 22 May 2019 02:30
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13127

Actions (login required)

View Item View Item