Proses delignifikasi limbah kelapa sawit secara kimia dan kombinasi fisika dan kimia

Natalia, Dita and Winarta, Julistya Putri (2017) Proses delignifikasi limbah kelapa sawit secara kimia dan kombinasi fisika dan kimia. Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium). Faculty of Engieneering, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ilovepdf_merged-copy-1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (337kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (429kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (339kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (751kB)

Abstract

Meluasnya perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengakibatkan semakin banyak limbah padat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dihasilkan. TKKS kaya akan kandungan lignoselulosa. Kandungan selulosa dalam lignoselulosa cukup tinggi sekitar 45-50%. Agar TKKS bisa digunakan sebagai alternative sumber selulosa, dilakukan delignifikasi untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain selulosa yang ada pada TKKS, seperti lignin dan hemiselulosa. TKKS yang digunakan berasal dari Pulau Sumatera. Sebelum delignifikasi, TKKS dikecilkan ukurannya dan disimpan pada suhu ruang. TKKS yang digunakan untuk delignifikasi harus memiliki kadar air dibawah 12%, oleh karena itu sebelumnya TKKS dikeringkan hingga diukur kadar airnya dengan menggunakan moisture analyzer. TKKS yang masih memiliki kadar air diatas 12% dimasukkan ke dalam oven pada suhu 50ºC selama 24 jam untuk mengurangi kadar airnya. TKKS yang memiliki kadar air dibawah 12% kemudian ditimbang sebanyak 500 gram lalu dimasukkan plastic sealer dan disimpan pada suhu ruang. Proses delignifikasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas selulosa dengan memutus ikatan lignin, hemiselulosa dan selulosa. Proses ini akan merusak struktur bagian kristalin dan amorf pada lignin sehingga akan menyebabkan kadar selulosa meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi pelarut, waktu dan perbedaan metode delignifikasi terhadap kadar selulosa yang dihasilkan. Pada penelitian ini diperoleh hasil terbaik pada metode delignifikasi H2O2 50% dalam asam asetat 15% dengan kombinasi pemanasan selama 60 menit yaitu kadar selulosa mengalami peningkatan dari 49,45% menjadi 79,71% dan kadar lignin mengalami penurunan dari 24,75% menjadi 1,46%. Kadar lignin, hemiselulosa, dan selulosa hasil dari percobaan di karakterisasi dengan menggunakan Fourier-Transform Infrared (FTIR).

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium))
Uncontrolled Keywords: Tandan kosong kelapa sawit; delignifikasi; lignoselulosa; pakan ternak
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 4791 not found.
Date Deposited: 25 Jan 2018 14:12
Last Modified: 25 Jan 2018 14:12
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13136

Actions (login required)

View Item View Item