Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik Departemen Proses dan Pengelolaan Energi PHONSKA IV 31 Mei-31 Juli 2017

Purwanto, Rosalie Maria Windy and Pabontong, Jeni (2017) Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik Departemen Proses dan Pengelolaan Energi PHONSKA IV 31 Mei-31 Juli 2017. Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker). Faculty of Engieneering, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab 1.pdf

Download (628kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text (BAB 3)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text (BAB 4)
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB)
[img] Text (BAB 5)
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text (BAB 6)
bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389kB)
[img] Text (BAB 7)
bab 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (561kB)
[img] Text (BAB 8)
bab 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB)
[img]
Preview
Text (BAB 9)
bab 9.pdf

Download (269kB) | Preview

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 10 Juli 1972 dan merupakan salah satu anggota Pupuk Indonesia atau Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Perusahaan ini menempati lahan seluas 450 hektar yang berlokasi di kabupaten Gresik, Jawa Timur. PT Petrokimia Gresik dikategorikan sebagai produsen pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk, seperti: urea, fosfat, ZA, phonska, NPK kebomas, pupuk ZK, dan petroganik, sedangkan produk non-pupuk yang dihasilkan mencakup amoniak, asam sulfat, asam fosfat, cement retarder, alumunium fluorida, CO2 cair, dan HCl. PT. Petrokimia Gresik menanggani langsung kegiatan pemasaran dari produknya sejak tahun 2001 hingga saat ini. Terdapat 2 kriteria dasar struktur kerja pemasaran di PT. Petrokimia yaitu berdasarkan jenis produk dan wilayah kerja. Berdasarkan wilayah kerja dibagi menjadi 2 yaitu : wilayah I ( Jawa dan Bali) dan wilayah II ( Luar Jawa dan Bali), sedangkan berdasarkan jenis produk dibagi menjadi 3 yaitu : produk pupuk subsisi, produk pupuk non subsidi/koorporasi dan produk non pupuk dan jasa. PT. Petrokimia Gresik memiliki berbagai unit produksi yang terbagi ke dalam tiga Kompartemen, yaitu Kompartemen Produksi I memproduksi pupuk berbasis nitrogen, Kompartemen Produksi II memproduksi pupuk berbasis fosfat, dan Kompartemen Produksi III memproduksi non-pupuk berbasis asam. Salah satu produk yang dihasilkan dari Kopartemen Produksi II adalah Phonska 4. Proses produksi phonska 4 dibagi menjadi beberapa tahap yaitu, (1)pengumpanan bahan baku, (2)penyiapan slurry dan proses granulasi, (3)pengeringan, screening dan grinding produk, pendinginan dan (4)pelapisan produk serta penerapan gas (gas scrubbing). Pengendalian kualitas di PT. Petrokimia Gresik meliputi pengujian bahan baku dan produk di laboratorium. Utilitas pabrik II PT. Petrokimia Gresik terdiri dari lima unit, yaitu (1)unit penyediaan tenaga listrik, (2)unit penyediaan bahan baku, (3)unit mixed acid, (4)unit penyediaan bahan bakar dan (5)unit pengolahan limbah. Dalam proses produksi terdapat 3 jenis limbah yang dihasilkan yaitu limbah padat, cair dan gas. Ketiga limbah tersebut diolah secara terintegrasi sehingga menghasilkan zero waste. Limbah cair diolah dengan cara diendapkan di kolam, limbah gas diolah dengan cara pencucian berulang-ulang pada scrubber system dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah ammonia yang diserap, dan limbah padat seperti drum akan dikumpulkan dan dijual ke industri yang membutuhkan, sedangkan lumpur hasil produksi dan scrubbing akan disirkulasi menuju tangki preneutralizer. Struktur organisasi PT Petrokimia Gresik berbentuk matriks, dimana terdapat hubungan kerja dan aliran informasi secara horizontal dan vertikal. Secara garis besar, PT Petrokimia Gresik dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang membawahi 4 Direktur Khusus. Tugas khusus yang diberikan adalah untuk menghitung efisensi heat exchanger dan rotary cooler. Dari hasil perhitungan diperoleh efisiensi rotary cooler 93,45%, hal ini menunjukkan bahwa rotary cooler masih berfungsi dengan baik. Sedangkan untuk perhitungan efisiensi heat exchanger, nilai efisiensi heat exchanger desain 68,8% dan aktual 74%, hal ini menunjukkan nilai efisiensi semakin meningkat karena adanya peningkatan laju udara kering yang masuk ke dalam heat exchanger.

Item Type: Monograph (Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker))
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 4998 not found.
Date Deposited: 25 Jan 2018 14:31
Last Modified: 25 Jan 2018 14:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13228

Actions (login required)

View Item View Item