Prarencana pabrik triacetin dari gliserol dan asam asetat kapasitas 7000 ton/tahun

Meri Winda Masnona K.S., Meri Winda Masnona and Laysandra, Livy (2017) Prarencana pabrik triacetin dari gliserol dan asam asetat kapasitas 7000 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (303kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (595kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (645kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 8)
BAB VIII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)
[img] Text (BAB 9)
BAB IX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
[img] Text (BAB 10)
BAB X.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[img] Text (BAB 11)
BAB XI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (735kB)
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB XII.pdf

Download (323kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)

Abstract

Tri Acetyl Glycerol (Triacetin) merupakan salah satu produk turunan gliserol yang dapat digunakan sebagai bioaditif untuk menaikkan angka oktan pada bahan bakar minyak. Triacetin dapat menggantikan octane booster seperti tetraethyl lead (TEL), methyl tertiary butyl ether (MTBE) dan ethyl tertiary butyl ether (ETBE) dimana ketiganya memiliki beberapa kelemahan karena melepaskan timbal (Pb) ke udara yang dapat mengganggu kesehatan dan polusi udara. Triacetin sebagai zat aditif dalam biofuel merupakan bahan baku yang terbaharukan dan ramah lingkungan, dapat mengurangi biaya pengadaan zat aditif, menaikkan kualitas biofuel, dan menaikkan nilai ekonomi dari gliserol itu sendiri. Proses produksi diawali dari bahan baku berupa 98% gliserol dan 99,8% asam asetat dengan perbandingan 1 : 3 mol dialiri menuju reaktor. Dalam reaktor terjadi reaksi esterifikasi antara gliserol dan asam asetat pada suhu dan tekanan rendah selama 4 jam dimana terjadi reaksi adisi dan penataan ulang eliminasi. Reaksi antara gliserol dan asam asetat menghasilkan 2% monoacetin, 44% diacetin dan 54% triacetin. Kemudian hasil reaksi dari reactor dibawa menuju ke dekanter untuk melakukan proses pemisahan berdasarkan perbedaan massa jenis. Senyawa yang memiliki massa jenis rendah akan menuju Menara Distilasi I (D-130), sedangkan senyawa yang memiliki massa jenis tinggi akan dialirkan menuju Menara Distilasi II (D-140). Lapisan atas hasil pemisahan dari dekanter dialirkan menuju kolom distilasi I sehingga diperoleh hasil distilat berupa campuran antara 99,45 % air dan sisanya sedikit asam asetat dialiran menuju tangki penampungan limbah (F-135). Hasil bawah berupa asam asetat, monoacetin, diacetin dan triacetin dialirkan menuju Menara Distilasi III (D-150). Sedangkan lapisan bawah hasil pemisahan dari dekanter dialirkan menuju Menara Distilasi II (D-140) dengan hasil bottom berupa larutan triacetin dengan kadar kemurnian 99,07% dan sisanya diacetin. Hasil distilat dari Menara Distilasi II (D-140) berupa air, asam asetat, monoacetin dan diacetin akan dialirkan menuju Menara Distilasi III (D-150). Produk samping dari Menara Distilasi III (D-150) adalah 96,52% asam asetat sebagai hasil distilat dan 92,27% diacetin sebagai hasil bottom. Produk utama Triacetin akan dijual ke PT. Pertamina yang berada tidak jauh dari lokasi pabrik PT. Triacetin Utama Indonesia yaitu di kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten. Pra-rencana pabrik triacetin dari gliserol dengan menggunakan proses esterifikasi memiliki rincian sebagai berikut: Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) Produksi : Triacetin Kapasitas produksi : 7000 ton triacetin per tahun Hari kerja efektif : 300 hari/tahun Masa konstruksi : 3 tahun Waktu mulai beroperasi : tahun 2022 Bahan baku : 98% Gliserol dan 99,8% Asam Asetat Kapasitas bahan baku : Gliserol : 5.551.327 kg/tahun Asam Asetat : 10.861.291 kg/tahun Utilitas : Air Waduk = 1.392.389,7129 m3/hari Air PDAM = 7,92 m3/hari Listrik = 207 kW/hari Lokasi pabrik : Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten Luas Pabrik : 40.000 m2 Jumlah karyawan : 140 orang Analisa Ekonomi Modal Tetap (FCI) = Rp 161.686.518.414 Modal Kerja (WCI) = Rp 95.830.973.949 Biaya Produksi Total (TPC) = Rp 21.280.636.201 Rate of Return Investment sebelum pajak = 34% Rate of Return Investment sesudah pajak = 28% Pay Out Time sebelum pajak = 3 tahun, 10 bulan 14 hari Pay Out Time sesudah pajak = 4 tahun 1 bulan 17 hari Titik impas (BEP) = 15 % Kelayakan pabrik ini dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu segi proses, peralatan, lokasi, dan ekonomi. Dengan melihat dari berbagai segi tersebut terutama dari segi ekonomi, dimana Rate of Return Investment sesudah pajak yang nilainya lebih besar dari pada bunga pinjaman yang harus dibayarkan kepada bank yaitu 10%, sehingga keuntungan pabrik ini lebih besar dari bunga pinjaman yang harus dibayarkan kepada bank.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tri Acetyl Glycerol (Triacetin)
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 4790 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2018 02:00
Last Modified: 23 Jan 2018 01:53
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13258

Actions (login required)

View Item View Item