Indikator pengamanan pada mobil menggunakan IC 22V10

Yuwono, Antonius Onny (2001) Indikator pengamanan pada mobil menggunakan IC 22V10. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (61kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (25kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (643kB) | Preview

Abstract

Kenyamanan dan keamanan dalam mengendarai kendaraan bermotor merupakan dambaan setiap orang. Kemajuan bidang elektronika telah banyak membantu memecahkan masalah seperti menambah instrumen power window, pengaman elektronik, dll. Mobil mewah seperti sedan ataupun mobil built-up, mempunyai banyak instrumen atau indikator yang lengkap untuk menunjukkan keadaan mobil sebenarnya, tetapi tidak terdapat pada mobil jenis niaga seperti Kijang, Panther. Zebra, Futura. Untuk itulah dibuat alat "lndikator Pengaman Mobil Menggunakan IC 22V10" Alat ini untuk menunjukkan keadaan mobil seperti kondisi pintu apakah dalam keadaan terbuka atau tertutup, kopling menghindari lonjakan kedepan saat pertama starter karena posisi perseneling tidak netral memantau kondisi volume air radiator tidak sampai kehabisan, memantau kondisi volume minyak rem tidak sampai kehabisan. IC 22V10" sebagai komponen utama. Sensor pintu, handrem dan perseneling (kopling) bekerja memanfaatkan gaya pegas, sedangkan sensor minyak rem bekerja menggunakan gaya magnet yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pemukaan minyak, sensor air radiator bekerja menggunakan pegas sebagai kontaktor dua kutub yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya permukaan air radiator yang terletak pada tanki cadangannya. Input berasal dari sensor yang diinverting oleh rangkaian transistor type NPN BC547. Input diproses oleh IC 22V10, yang ditulis dengan bahasa pemrograman VHDL. Output dari IC 22V10 adalah LED display, disertai alarm. Jika kondisi yang diinginkan (aktif low) tidak tercapai maka relay yang didrive oleh transistor type NPN BD 139 tidak aktif. Sehingga memutuskan hubungan antara kontak (ignition) dengan mesin dan alarm akan menyala. Hasil pengukuran menunjukkan masing-masing sensor bekerja dengan baik dimana output ± 4,5 volt. Sedangkan output berupa tegangan yang bernilai ± 3,5 volt. Dengan terselesaikannya masing-masing bagian dari alat dan setelah menjalani pengukuran dan pengujian alat, secara keseluruhan dapat memantau keadaan dari handrem, pintu kopling, cadangan air radiator dan minvak rem.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 31 Mar 2015 03:21
Last Modified: 31 Mar 2015 03:21
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1336

Actions (login required)

View Item View Item