Studi penggunaan natrium valproat kurang dari tiga bulan terhadap magnesium serum dan jumlah kejang pasien epilepsi di RSUD Dr. Soetomo

Latuasan, Ivana Rahayu (2017) Studi penggunaan natrium valproat kurang dari tiga bulan terhadap magnesium serum dan jumlah kejang pasien epilepsi di RSUD Dr. Soetomo. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (989kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (24kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (424kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (229kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB) | Request a copy

Abstract

Epilepsi adalah kelainan otak yang ditandai dengan kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik yang terus-menerus dengan konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologis dan sosial. Terjadinya tanda atau gejala yang bersifat sesaat akibat aktivitas neuronal yang abnormal dan berlebihan di otak. Natrium valproat dapat digunakan sebagai terapi epilepsi karena efektif dalam menghambat absence seizure, partial seizure dan tonic-clonic seizure. Mekanisme kerja natrium valproat dalam pengobatan epilepsi adalah dengan meningkatkan inaktivasi kanal Na+, sehingga menurunkan kemampuan saraf untuk menghantarkan muatan listrik. Magnesium adalah modulator potensi aktivitas kejang karena kemampuannya untuk menghambat eksitasi melalui reseptor N-metil D-aspartate. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar magnesium dalam serum dengan pengobatan natrium valproat dan jumlah kejang serta mengidentifikasi Drug Related Problems pada pasien epilepsi kurang dari tiga bulan yang diperoleh di ruang Elektroensefalografi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, dilakukan dengan metode observasional berupa studi prospektif dengan menggunakan lembar pengumpul data dan kuisioner. Pengambilan sampel dilakukan pada periode 1 Juli sampai 30 September 2017. Berdasarkan hasil laboratorium, perolehan kadar magnesium rata-rata pasien yang mengalami kejang 2,22 mg/dL sedangkan pasien yang tidak mengalami kejang 2,08 mg/dL. Penggunaan natrium valproat tidak mempengaruhi kadar magnesium dalam serum pada pasien epilepsi dan pasien epilepsi yang mendapat terapi natrium valproat memiliki resiko terjadinya kejang yang lebih kecil dibandingkan dengan tidak menggunakan obat natrium valproat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Epilepsi, Magnesium, Natrium Valproat, Jumlah Kejang.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 4908 not found.
Date Deposited: 26 Jan 2018 04:16
Last Modified: 26 Jan 2018 04:16
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13474

Actions (login required)

View Item View Item