Hubungan antara keterbukaan diri dengan kesepian

Yuanita, Silvia (2003) Hubungan antara keterbukaan diri dengan kesepian. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (148kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (130kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (634kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (357kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kesepian pada anak kos dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah variabel dalam penelitian ini yaitu keterbukaan diri. Individu yang memiliki keterbukaan diri yang tinggi akan mengalami derajat/tingkat kesepian yang rendah, sedangkan individu yang memiliki keterbukaan diri yang rendah akan mengalami derajat/tingkat kesepian yang tinggi. Hal ini berarti orang yang tidak terbuka akan lebih merasa kesepian daripada orang yang terbuka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara keterbukaan diri dengan kesepian pada anak kos. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang tinggal di tempat kos. Pengambilan data dilakukan dengan angket keterbukaan diri dan angket kesepian. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan program SPS dari Sutrisno Hadi dan Seno Pamardiyanto tahun 1994. Dari 60 subyek yang diperoleh, setelah data dianalisis, maka diperoleh hasil bahwa: 1. Ada hubungan negatif antara keterbukaan diri dengan kesepian pada anak kos dengan rxy = -0,580 dan p = 0,000. Makin tinggi keterbukaan diri, makin rendah kesepian atau makin rendah keterbukaan diri, makin tinggi kesepian. 2. Sebagian besar subjek memiliki keterbukaan diri yang tinggi (40%) dan keterbukaan diri yang sedang (41,67%). 3. Sebagian besar subjek memiliki kesepian yang rendah (48,33%) dan kesepian yang sangat rendah (25%). 4. Sumbangan efektif variabel keterbukaan diri terhadap variabel kesepian hanya 33,7% sehingga masih ada 66,3% variabel lain yang ikut mempengaruhi kesepian subjek. Disarankan bagi peneliti lanjutan agar meneliti faktor-faktor yang lain yang kemungkinan juga mempengaruhi kesepian antara lain kepribadian ekstrovertĀ­ introvert, tidak terikat (tidak memiliki pasangan/kekasih), faktor depresi, pengasingan yang terpaksa (misal dirawat di rumah sakit, tidak memiliki transportasi), dan mobilitas sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 20 Mar 2015 03:01
Last Modified: 20 Mar 2015 03:01
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1354

Actions (login required)

View Item View Item