Perbedaan konsep diri antara remaja yang tinggal di panti asuhan dengan remaja yang tinggal bersama keluarga

Dahlia, Ruth (2003) Perbedaan konsep diri antara remaja yang tinggal di panti asuhan dengan remaja yang tinggal bersama keluarga. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (303kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (239kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (794kB) | Preview

Abstract

Dalam masa kehidupan, manusia melalui proses perkembangan yang terbagi dalam beberapa tahap perkembangan, yaitu tahap bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua. Masa remaja menurut Erickson (dalam Berk, 1989: 16) merupakan masa pembentukan identitas dan konsep diri. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri yaitu keluarga. Namun apabila seorang anak tidak dapat tinggal bersama keluarga yang dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kematian, perceraian atau keadaan ekonomi, panti asuhan merupakan tempat pengganti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan konsep diri antara remaja yang tinggal di panti asuhan dengan remaja yang tinggal bersama keluarga. Konsep diri adalah konsepsi dan evaluasi diri yang termasuk di dalamnya nilai-nilai, tujuan dan penghargaan diri (Corsini,1999:875). Status tempat tinggal adalah tempat atau domosili seseorang itu tinggal. Pada penelitian ini hanya dibahas tinggal di panti asuhan dan tinggal bersama keluarga. Panti Asuhan adalah suatu rumah kediaman yang cukup besar yang memberikan perawatan dan asuhan terhadap sejumlah besar anak yang 'terlantar' selama jangka waktu tertentu (Notodirjo, 1976:21). Sedangkan keluarga adalah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak atas ikatan darah, perkawinan dan/atau adopsi (Khairuddin,1997:3 ). Sampel penelitian adalah 25 orang remaja yang tinggal di panti asuhan Sumber Kasih dan 25 orang remaja yang tinggal bersama keluarga yang berdomisili di kelurahan Kutisari. Kedua kelompok subyek penelitian ini berusia 13-18 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan angket untuk mengungkapkan konsep diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik parametrik, yaitu uji t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan: tidak ada perbedaan konsep diri antara remaja yang tinggal di panti asuhan dengan remaja yang tinggal bersama keluarga dengan t hitung sebesar 0,350 dengan p > 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status tempat tinggal tidak mempengaruhi konsep diri, karena adanya variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi konsep diri. Saran untuk peneliti selanjutnya, untuk meneliti variabel-variabel lain yang mempengaruhi konsep diri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 20 Mar 2015 03:08
Last Modified: 20 Mar 2015 03:08
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1361

Actions (login required)

View Item View Item