Perbedaan sikap asertif remaja ditinjau dari pola asuh orangtua dan gender

Oentoro, Tretsi Viani (2003) Perbedaan sikap asertif remaja ditinjau dari pola asuh orangtua dan gender. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (200kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (585kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masa remaja merupakan masa-masa yang penuh dengan dinamika dan gejolak bila dibandingkan dengan masa-masa atau fase-fase perkembangan manusia lainnya. Individu pada masa ini sudah tidak mau lagi disebut dan diperlakukan sama dengan anak-anak, karena secara fisik fungsi fisiologis mereka sudah sama dengan manusia dewasa, yang ditandai dengan ciri utama yaitu pada remaja pria meningkatnya hormon testosterone dan pada remaja wanita terbentuknya hormon estrogene dan progesterone. Dengan adanya perubahan­ perubahan seperti ini remaja merasa sulit untuk mengontrol emosi mereka dan pada saat yang sama juga mereka harus menyesuaikan diri dengan kelompok sosial yang ada agar mereka dapat diterima di lingkungan sosial mereka dan tidak memperdulikan pengaruh-pengaruh negatif yang diberikan oleh kelompok social. Oleh karena itu peran orangtua sangat penting, khususnya bagaimana cara menerapkan pola asuh yang tepat bagi remaja (pria maupun wanita) agar mereka bisa bersikap asertif dan tidak mudah terpengaruh dengan tekanan-tekanan kelompok yang bersifat negatif Subyek penelitian adalah remaja pria dan wanita SMUN 10 Surabaya yang berusia sekitar 16-18 tahun, duduk di kelas II, dan orangtua bertempat tinggal minimal 10 tahun di Surabaya. Subyek yang diambil sebanyak 124 orang dengan teknik simple cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket yaitu angket sikap asertif dan angket pola asuh orangtua. Berdasarkan hasil uji validitas, angket sikap asertif berisikan 30 aitem yang dinyatakan valid dan angket pola asuh orangtua berisikan 40 aitem yang dinyatakan valid. Nilai koefisien reliabilitas angket sikap asertif sebesar 0.803 dan koefisien reliabilitas angket pola asuh orangtua yang terdiri dari 3 macam pola asuh yaitu : (1) pola asuh demokratis menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0.882, (2) pola asuh permisif menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0.744, (3) pola asuh otoriter menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0.784 dengan p < 0.01 pada masing­ masing angket. Dengan demikian, kedua jenis angket dikatakan reliable. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Anava Dua Jalur. Hasil yang diperoleh adalah nilai F = 0.356 dengan p > 0.05 yang berarti hipotesis nihil diterima dan hipotesis altematif ditolak Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap asertif remaja ditinjau dari pola asuh orangtua dan gender, hal ini berarti ada sesuatu yang di luar pola asuh dan gender yang lebih berpengaruh terhadap sikap asertif remaja. Sesuatu tersebut mungkin saja adalah : Strategi coping. Selain itu, disebabkan juga karena pada subyek penelitian ini baik wanita maupun pria sudah memiliki sikap asertif yang cenderung tinggi (sekitar 60% dari jumlah pria dan sekitar 60% dari jumlah wanita.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 20 Mar 2015 03:08
Last Modified: 20 Mar 2015 03:08
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1363

Actions (login required)

View Item View Item