Hubungan leukositosis dengan pelekatan kandung empedu pada pasien kolesistektomi di Rumah Sakit X

Lauwrens, Sabrina Sally (2017) Hubungan leukositosis dengan pelekatan kandung empedu pada pasien kolesistektomi di Rumah Sakit X. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (123kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (132kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (133kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang: Pelekatan kandung empedu merupakan salah satu komplikasi yang menyebabkan adanya kesulitan dalam tindakan kolesistektomi. Dalam penelitian ini, Peneliti ingin mengetahui adanya pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai faktor prediktor. Salah satu faktor yang dapat digunakan adalah peningkatan pada jumlah sel darah putih (leukosit). Tujuan: Terdapat beberapa hal yang dapat digunakan sebagai faktor-faktor prediktor atas terjadinya pelekatan kandung empedu, seperti riwayat nyeri pada perut kanan atas, mual/muntah, demam, Murphy’s sign, peningkatan leukosit (leukositosis), peningkatan enzim-enzim hati, edema kandung empedu, distensi kandung empedu, dan batu empedu. Peneliti ingin melihat hubungan antara leukositosis dengan pelekatan kandung empedu pada pasien kolesistektomi. Metode: Penelititan ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah leukositosis dengan variabel dependen adalah pelekatan kandung empedu pada pasien kolesistektomi. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, dengan metode total sampling, dan diteliti secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien kolesistektomi di Rumah Sakit X. Sampel yang dianalisis adalah 45 pasien kolesistektomi di Rumah Sakit X. Hasil: Proporsi penderita kolelitiasis tertinggi pada kelompok usia 50-59 tahun (33,3%), dengan rata-rata usia 51 tahun, jenis kelamin perempuan (62,2%). Berdasarkan prosedur kolesistektomi, proporsi tertinggi adalah kolesistektomi laparoskopik dengan 26 pasien (58,8%), berdasarkan keluhan adalah nyeri perut regio kanan atas pada 25 pasien (55,6%), berdasarkan komplikasi adalah kolesistitis pada 44 pasien (97,8%), dan diikuti dengan pelekatan kandung empedu pada 34 pasien (75,6%). Salah satu faktor prediktor pelekatan kandung empedu, yaitu leukositosis ditemukan pada 15 pasien (33,3%). Pada uji Chi-Square didapatkan nilai signifikansi penelitian ini sebesar p = 0,62. Bisa juga disebut lebih besar dari 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara leukositosis dengan pelekatan kandung empedu pada pasien kolesistektomi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: leukositosis, pelekatan kandung empedu, kolesistektomi,
Subjects: Medicine
Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 4976 not found.
Date Deposited: 01 Feb 2018 03:42
Last Modified: 01 Feb 2018 03:42
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/13890

Actions (login required)

View Item View Item