Akurasi deteksi Malassezia sp. pada jerawat punggung melalui kultur sabouraud dextrose agar

Gunawan, Sike Silvia (2017) Akurasi deteksi Malassezia sp. pada jerawat punggung melalui kultur sabouraud dextrose agar. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (712kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (74kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (95kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf

Download (132kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang Masalah dan Tujuan: Secara umum, semua lesi yang berupa komedo, papul, pustul, dan/atau nodul di kulit punggung, disebut dengan jerawat punggung. Jerawat punggung tidak selalu Acne vulgaris (AV) dan seringkali merupakan Malassezia folliculitis (MF). Kedua penyakit tersebut memliki persamaan yaitu disebabkan oleh infeksi oportunistik flora normal, inflamasi folikel pilosebasea, dan dipengaruhi oleh produksi sebum kulit. Dengan ciri klinis yang mirip seringkali terjadi kesalahan diagnosis dan menyebabkan terapi yang diberikan tidak sesuai, sehingga berpengaruh pada prognosis, waktu penyembuhan, biaya pengobatan, dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat akurasi deteksi Malassezia sp. pada jerawat punggung mahasiswa/i FKUKWMS melalui kultur SDA. Metode: Studi analitik observasional dilaksanakan melalui desain cross-sectional dan metode total sampling pada 44 subyek penelitian. Sampel diambil dari isi folikel jerawat punggung, kemudian dilakukan pemeriksaan kultur SDA dengan lapisan olive oil. Konfirmasi pertumbuhan Malassezia sp. secara mikroskopik menggunakan KOH 10% dan tinta Parker pada hasil kultur yang xxiii positif, diamati oleh peneliti dan analis medis. Analisis dilakukan dengan uji validitas. Hasil: Hasil pemeriksaan kultur SDA diperoleh diagnosis pasti MF 59%, AV 38,7%, dan kombinasi AV dan MF 2,3%. Dari hasil kultur tersebut dapat dibuktikan bahwa ketepatan perkiraan penyebab jerawat punggung oleh pasien sebesar 39%, dan ketepatan diagnosis klinis oleh dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sebesar 75%. Dengan uji validitas diagnosis klinis terhadap kultur SDA diperoleh nilai duga positif sebesar 76,6%, dan nilai duga negatif 71,4%. Pembahasan, Kesimpulan, dan Saran: Dalam diagnosis klinis oleh dokter Spesialis Kulit dan Kelamin masih diperlukan pemeriksaan kultur sebagai gold standard untuk menegakkan diagnosis jerawat punggung.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Medicine" not defined]
Uncontrolled Keywords: Jerawat punggung, Acne vulgaris, Malassezia sp., Sabouraud dextrose agar dengan lapisan olive oil.
Subjects: Medicine
Medicine > R Medicine (General)
Medicine > RL Dermatology
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 5358 not found.
Date Deposited: 23 Apr 2018 04:50
Last Modified: 23 Apr 2018 04:50
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14344

Actions (login required)

View Item View Item