Magnesium and Potassium Parenteral Suplementation Does not Produce Significant Effect on Magnesium and Potassium Serum Level of Cervival Cancer Patients Receiving Cisplatin Chemotherapy.

Kasih, Elisabeth and Suhatno, . and Yulistiani, . and Muhammad, Yahya (2014) Magnesium and Potassium Parenteral Suplementation Does not Produce Significant Effect on Magnesium and Potassium Serum Level of Cervival Cancer Patients Receiving Cisplatin Chemotherapy. Journal Folia Medica Indonesiana, 50 (3). pp. 172-178. ISSN : 0303-7932

[img]
Preview
Text (Magnesium and Potassium Parenteral Suplementation Does not Produce Significant Effect on Magnesium and Potassium Serum Level of Cervival Cancer Patients Receiving Cisplatin Chemotherapy.)
Magnesium_and_potassium_...pdf

Download (76kB) | Preview
[img] Text (Magnesium and Potassium Parenteral Suplementation Does not Produce Significant Effect on Magnesium and Potassium Serum Level of Cervival Cancer Patients Receiving Cisplatin Chemotherapy_peer_review)
R1&2_Magnesium_and_.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (219kB)
[img] Text (Magnesium and Potassium Parenteral Suplementation Does not Produce Significant Effect on Magnesium and Potassium Serum Level of Cervival Cancer Patients Receiving Cisplatin Chemotherapy.)
Magnesium_and.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Cisplatin adalah agen kemoterapi untuk pasien kanker serviks yang menerima radiasi sebagai terapi utama. Salah satu efek samping cisplatin adalah gangguan elektrolit, yang menurunkan tingkat magnesium dan kalium. Namun, efektivitas penerapan suplementasi parenteral MgSO4 dan KCl sebagai hipomagnesemia dan hipokalemia profilaksis masih dipertanyakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas suplementasi magnesium dan kalium serum pada pasien kanker serviks yang menerima cisplatin 50 mg/m2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Kriteria inklusi adalah pasien kanker serviks stadium IIB yang akan menerima siklus keempat. Semua pasien (n = 22 pasien) menerima 1.000 cc saline normal (NS) hidrasi, tetapi hanya pasien pada kelompok perlakuan (n = 11 pasien) menerima suplemen MgSO4 (0,5 g) dan KCl (10 mEq) bersama dengan hidrasi pasca-kemoterapi. Data yang diperoleh adalah kadar magnesium, kalium, kreatinin, dan serum BUN, masing-masing diukur sebelum dan sesudah kemoterapi cisplatin siklus keempat. Hasilnya, pada kelompok kontrol sebelum siklus keempat, tingkat magnesium serum adalah 1.87 ± 0.22 mg/dL sedangkan kalium 4.15 ± 0.71 mmol/L. Pasca siklus keempat, kadar magnesium serum 1,75 ± 0,19 mg/dL sedangkan kalium 4,21 ± 0,67 mmol/L. Pada kelompok perlakuan sebelum siklus keempat, kadar magnesium serum 1,95 ± 0,25 mg/dL sedangkan kalium 4,06 ± 0,36 mmol/L. Pasca siklus keempat, kadar magnesium serum 1,85 ± 0,16 mg/dL sedangkan kalium 4,01 ± 0,28 mmol/L. Simpulan, kedua kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada kadar serum magnesium dan kalium. Tidak ada manifestasi klinis hipomagnesemia atau hipokalemia terjadi pada tiap pasien. (FMI 2014;50:172-178)

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: cisplatin, gangguan elektrolit, serum magnesium, serium kalium, suplementasi
Subjects: Pharmacy
Divisions: Journal Publication
Depositing User: F.X. Hadi
Date Deposited: 13 Apr 2018 06:04
Last Modified: 19 Oct 2018 07:54
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14510

Actions (login required)

View Item View Item