Studi penggunaan obat phenytoin kurang dari tiga bulan terhadap magnesium serum dan jumlah kejang pasien epilepsi di RSUD DR. Soetomo Surabaya

Sanjiwani, Kadek Siska Febri (2018) Studi penggunaan obat phenytoin kurang dari tiga bulan terhadap magnesium serum dan jumlah kejang pasien epilepsi di RSUD DR. Soetomo Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (43kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (49kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy

Abstract

Epilepsi merupakan fenomena klinis yang berkaitan dengan letupan listrik atau depolarisasi abnormal yang eksesif, terjadi di suatu fokus dalam otak yang menyebabkan bangkitan paroksismal. Salah satu obat antiepilepsi adalah phenytoin yang merupakan golongan hydantoin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Mg serum pada pasien epilepsi dengan terapi obat phenytoin di RSUD dr. Soetomo dengan masa perawatan kurang dari tiga bulan, mengetahui gambaran pemberian phenytoin terhadap jumlah kejang pada pasien epilepsi dan mengidentifikasi masalah terkait DRPs (Drug Related Problem). Metode Penelitian ini bersifat prospektif dengan metode deskriptif (observasional). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penderita epilepsi yang dirawat di RSUD dr. Soetomo Surabaya dengan besar sampel yang diambil sebanyak 28 penderita epilepsi yang berobat di Instalasi Rawat Jalan atau Rawat Inap dan Ruang EEG Neurologi RSUD dr. Soetomo Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Mg2+ dari 28 pasien yang memiliki kadar magnesium tertinggi yaitu 2,46 mg/dL. Sedangkan kadar Mg2+ terendah yaitu 1,78 mg/dL. Kesimpulan kadar magnesium masih masuk dalam rentang normal tetapi tidak bisa dikatakan bahwa phenytoin dapat meningkatkan kadar serum Mg2+ dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara terapi phenytoin pada pasien epilepsi dengan masa perawatan kurang dari tiga bulan terkait dengan jumlah kejangnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty Of Pharmachy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Epilepsi, Obat phenytoin, Kadar magnesium, Kejang
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Kadek Siska Febri Sanjiwani
Date Deposited: 07 Jun 2018 01:16
Last Modified: 07 Jun 2018 01:16
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14639

Actions (login required)

View Item View Item