Animal symbolicum menurut Ernst Cassirer

Fakundus, Yohanes (2015) Animal symbolicum menurut Ernst Cassirer. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (54kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (179kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (120kB) | Preview

Abstract

Beranjak dari pemikiran Ernst Cassirer tentang animal symbolicum, penulis menyadari bahwa dewasa ini manusia perlu memahami secara mendalam tentang kodratnya. Penulis juga menyadari adanya kenyataan bahwa di berbagai bidang kehidupan manusia selalu membuat simbol. Filsafat manusia dalam hal ini memiliki peranan penting dalam penyadaran masalah kodrat manusia. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mendalami animal symbolicum menurut Ernst Cassirer. Adapun tujuan penulisan skripsi ini ialah: pertama, untuk melakukan kajian mengenai apa itu animal symbolicum menurut Ernst Cassirer; Kedua sebagai syarat untuk menyelesaikan studi strata 1 (S1). Adapun metode dalam penulisan skripsi ini adalah studi pustaka, dengan menggunakan sumber utama tulisan-tulisan Ernst Cassirer yang berjudul An Essay on Man. Penulis juga menggunakan sumber-sumber sekunder yang turut mendukung penulisan skripsi ini. Ernst Cassirer mengungkapkan bahwa manusia adalah animal symbolicum. Ernst Cassirer mendefinisikan manusia sebagai animal symbolicum didasari atas refleksinya pada simbol-simbol dalam realitas hidup manusia. Dalam refleksinya terserbut, ia menemukan bahwa manusia hidup dalam “dunia ketiga”. “Dunia ketiga” adalah dunia simbol. Untuk lebih meyakinkan dirinya bahwa manusia adalah animal symbolicum, ia membedakan manusia dan binatang dalam ranah tanda dan simbol. Dalam pembedaannya tersebut, ia menemukan bahwa binatang hanya mengenal tanda. Sedang manusia mengenal simbol. Pada manusia, simbol merupakan bagian dari dunia makna. Tanda hanya terbatas pada relitas fisik. Dalam kehidupan manusia, hal yang paling mencolok adalah pengetahuan simbolis dan imajinasi simbolis. Dengan pengetahuan simbolis dan imajinasi simbolis tersebut manusia menciptakan kebudayaan. Mitos, religi, bahasa, seni, sejarah dan ilmu pengetahuan adalah produk-produk kebudayaan yang merupakan realitas simbol-simbol. Oleh karena itu, Ernst Cassirer menyimpulkan bahwa manusia adalah animal symbolicum.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Ernst Cassirer, animal symbolicum, dunia simbol, tanda, kebudayaan, filsafat manusia
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: stefanus redhitya
Date Deposited: 07 Jun 2018 07:42
Last Modified: 07 Jun 2018 07:42
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14676

Actions (login required)

View Item View Item