Disiplin menurut Michel Foucault dalam karya Discipline And Punish: The Birth Of The Prison

Permadi, Silvester Elva (2018) Disiplin menurut Michel Foucault dalam karya Discipline And Punish: The Birth Of The Prison. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fr. Elva.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (63kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (44kB) | Preview

Abstract

Penulisan skripsi ini dilaterbelakangi oleh keprihatinan penulis terhadap praktik disiplin dalam pendidikan di Indonesia yang masih sarat dengan kekerasan fisik. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional “menumbuh kembangkan pribadi-pribadi yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Tujuan pendidikan di atas menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia ingin mencetak generasi muda yang mandiri yang memiliki “self mastery” dan hal itu dapat dicapai jika disiplin dilaksanakan tanpa kekerasan. Penulis tidak setuju dengan pandangan para konservatif yang menganggap hukuman fisik sebagai cara efektif dalam penanaman nilai atau pencapaian tujuan pendidikan. Penulis mendasarkan ketidaksetujuan ini dengan pemikiran Michel Foucault. Michel Foucault adalah pemikir yang banyak bicara soal kontrol (disiplin) . Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam karya tulis ini adalah Bagaimana disiplin menurut Michel Foucault dalam karya discipline and punish: the birth of the prison? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan menganalisa pemikiran Michel Foucault secara kritis dan sistematis dalam karya tersebut. Dengan menjawab pertanyaan ini, penulis berharap bisa memberikan kritik dan saran bagi praktik pendidikan dewasa ini. Selain itu pemahaman tentang disiplin dalam pemikiran Michel Foucault dapat menjadi pisau analisa praktik kekerasan sekaligus juga menjadi dasar untuk menolak praktik kekerasan. Metode penulisan dalam karya tulis ini adalah studi pustaka dengan sumber utama Discipline And Punish: The Birth Of The Prison karya Michel Foucault. Dari hasil studi pustaka penulis menemukan bahwa disiplin dalam pemikiran Foucault merupakan mekanisme kontrol yang teliti atas tubuh. Dengan disiplin tubuh dilatih hingga terampil. Tubuh juga terus menerus diuji dan dikoreksi sampai ketrampilan tubuh menjadi otomatis. Selain meningkatkan ketrampilan, disiplin dapat ‘memperbesar’ efisiensi dan efektifitas tubuh dan di sisi lain juga ‘memperkecil’ paksaan terhadap tubuh .Disiplin merupakan cara kuasa melakukan kontrol terhadap individu dan pada akhirnya menghasilkan individu yang patuh dan berguna. Tubuh menjadi sasaran utama disiplin. Tubuh dilatih dan dijadikan terampil sehingga berguna. Mekanisme kuasa berjalan di dalam seluruh proses pelatihan. Melalui latihan, tubuh ditundukkan pada keteraturan gerak, ketepatan waktu dan sikap. Bagi Foucault hanya tubuh yang patuhlah yang berguna. Oleh karena itu disiplin adalah penaklukan terhadap individu demi membentuk individu yang berguna. Foucault menunjukkan telah ada banyak disiplin yang berlangsung di biara-biara, barak militer dan tempat pelatihan keterampilan. Dalam peralihan abad 17 menuju abad 18, disiplin secara umum dipahami sebagai ‘dominasi’. Foucault berpendapat bahwa disiplin bukan merupakan pelaksanaan kehendak yang dipaksakan orang lain tetapi atas kehendak sendiri. Maka disiplin harus dibedakan dengan kepatuhan seorang budak yang bertindak atas kemauan tuannya. Juga disiplin berbeda dengan disiplin monastik yang juga bertindak atas kemauan “yang di atas”. Disiplin lebih ditujukan demi pengembangan penguasaan individu terhadap tubuhnya sendiri. Dalam gagasan penelitian Foucault tentang penjara, ia menemukan bahwa proses subyeksi yang efektif adalah melalui mekanisme disiplin. Dalam disiplin tubuh tidak disakiti melainkan disentuh sisi interioritasnya (jiwa). Disiplin hendaknya menjadi model “hukuman baru”. Hukuman tidak lagi menyentuh tubuh tetapi menyentuh ruang internal anak, pada pembenahan jiwa, imajinasi, kesadaran atau pernyataan alasan. Bagi Foucault hukuman fisik atas kesalahan atau pelanggaran menjadi sama jahatnya, bahkan lebih jahat dari pelanggaran itu sendiri. Padahal, kekuasaan yang efektif justru kian tidak membutuhkan kehadiran fisik. Aktualitas pelaksanaannya kian tidak diperlukan, tetapi efeknya dirasakan. Gagasan inilah jantung dari disiplin. Setelah penulis menjabarkan pemikiran Foucault mengenai disiplin, penulis melihat bahwa pada dasarnya disiplin sudah ada di sekolah modern. Perangkat disiplin di sekolah antara lain: pengawasan bertingkat, ujian, panopticon dan normalisasi. Peningkatan efesiensi atas praktik disiplin ini penulis yakini akan membuat kekerasan semakin ditinggalkan dari lembaga pendidikan. Perangkat-perangkat disiplin yang terjalin dalam satu sistem dalam pendidikan jika sungguh-sungguh dijalankan maka orang tidak lagi punya cukup alasan untuk melakukan kekerasan di sekolah. Kekerasan seharusnya tidak perlu terjadi dalam lembaga pendidikan karena sekolah pada dasarnya telah memiliki perangkat-perangkat disiplin. Hukuman fisik bagi siswa tidak efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan yaitu kemandirian (self mastery). Menurut penulis Kekerasan masih saja terjadi karena perangkat-perangkat disiplin yang sudah ada di sekolah tidak dijalankan dengan maksimal. Selain itu juga masih adanya pandangan dari pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan yang melihat bahwa kekerasan adalah sarana efektif dalam membentuk individu. Padahal tranformasi yang efektif adalah transformasi yang semakin meninggalkan fisik dan menyentuh pada sisi internal siswa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Disiplin, kuasa, pengetahuan, tubuh, tujuan pendidikan, sekolah, kekerasan
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Silvester Elva Permadi
Date Deposited: 22 Jun 2018 06:01
Last Modified: 22 Jun 2018 08:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14686

Actions (login required)

View Item View Item