Konsep pendidikan anak menurut Jean Jacques Rousseau (suatu kajian filosofis buku i-iii dalam emile)

Pompang, Hiasintus Eko (2018) Konsep pendidikan anak menurut Jean Jacques Rousseau (suatu kajian filosofis buku i-iii dalam emile). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (822kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (212kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 RIWAYAT HIDUP JEAN JACQUES ROUSSEAU.pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 KONSEP PENDIDIKAN MENURUT JEAN JACQUES ROUSSEAU.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB 4 PENUTUP DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (91kB) | Preview

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk merefleksikan situasi pendidikan yang berkembang dewasa ini. Ketertarikan penulis pertama-tama oleh karena pandangan atau asumsi mendasar dari Rousseau yang membahas tentang antropologi dan secara epistemologi mengarah pada bagaimana cara anak belajar. Asumsi-asumsi ini pada sifat manusia terkait dengan perkembangan peradaban manusia yang sangat cepat terutama pada zaman modern ini. Tujuan hidup manusia yang semula baik direduksi hanya oleh berbagai perkembangan peradaban sehingga membuat manusia semakin meninggalkan keutuhan dirinya sebagai manusia yang bebas, otonom dan secara kodrat baik. Ciri-ciri yang mendefinisikan kehidupan manusia modern antara lain: (1) adanya suatu individualisme yang menghidupkan kembali kekuatan rasionalisme pengetahuan subyektivis; (2) humanisme gaya modern; dan (3) kehidupan yang terlepas dari pengaruh dan dominasi agama (Gereja). Kenyataan ini menyadarkan Rousseau bahwa kebudayaan yang selama ini dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang di Eropa ternyata bukanlah puncak dari kehidupan manusia melainkan cermin dari kebusukan peradaban. Budaya, seni dan sains, bersama dengan teknologi, tampaknya telah menghancurkan manusia dan telah menciptakan ketergantungan serta ketidakadilan yang tidak sehat. Salah satu filsuf yang mengkritik situasi peradaban manusia dan mengajukan sistem pendidikan revolusioner di awal zaman modern ini adalah Jean Jacques Rousseau. Emile adalah salah satu karya Rousseau yang paling revolusioner tentang pendidikan. Buku ini menceritakan kisah dalam bentuk novel tentang seorang anak yang dibesarkan secara terpisah dari anak-anak lain. Melalui kisah ini, Rousseau ingin berusaha menasihati para orangtua tentang bagaimana membesarkan anak-anak mereka dengan gerak “mengikuti alam”. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam karya tulis ini adalah apa itu konsep pendidikan anak menurut Jean Jacques Rousseau pada buku I-III dalam Emile. Tentu saja, dengan menjawab pertanyaan ini, penulis berharap bahwa penulisan skripsi ini dapat memberikan kritik terhadap ide-ide Rousseau serta menemukan beberapa kontribusi penting yang telah dia buat untuk masyarakat dewasa ini. Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ini adalah studi pustaka dengan sumber utama dari buku Emile (1762) yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Allan Bloom dari bahasa aslinya karya Jean Jacques Rousseau. Berdasarkan hasil studi pustaka, penulis menemukan bahwa Rousseau menyarankan konsep “kembali ke alam” (Back to Nature) dan pendekatan yang bersifat alamiah dalam pendidikan anak. Situasi manusia di zaman modern ini sangat berbeda dari keadaan alami yang dimaksud Rousseau. “Manusia alami” di sini, dalam arti luas, berarti dua hal: (1) dia mampu bertindak dengan mengikuti apa yang dia rasakan di dalam hatinya; dan (2) dia tidak berada di bawah kekuatan orang lain sehingga dia benar-benar sama dengan orang lain. Ia menjalani kehidupan yang sederhana selaras dengan lingkungan alaminya. Emile, sebagai karakter utama, tumbuh sesuai dengan keadaan alam dan belajar dengan metode Rousseau yang menekankan pembelajaran menurut perkembangan dan proses penyelidikan alamiah. Ia bertujuan untuk mencapai perubahan mendasar dalam pendidikan untuk membebaskan individu dari belenggu peradaban. Peradaban tidak hanya merugikan masyarakat; itu juga merusak individu. Pendidikan harus mendorong ekspresi diri dan perkembangan anak-anak. Adapun skripsi ini bertujuan memberikan titik pijak yang rasional, radikal dan dapat dipertanggungjawabkan sehubungan dengan hakikat pendidikan yang bertolak dari manusia. Secara keseluruhan tujuan dari pendidikan Rousseau ini adalah untuk membentuk manusia yang bebas, otonom dan mandiri sesuai state of nature. Selain itu, upaya yang dilakukan adalah dengan observasi langsung dengan mengandalkan kesehatan jasmani, lingkungan alam yang di mana anak belajar dari pengalaman serta berkontak dengan benda-benda secara langsung, tutor hanya sebagai pelindung. Konsep pendidikan menurut Rousseau bersifat negatif yang artinya pendidikan yang bertujuan melindungi kepekaan emosi (hati) dari kebiasaan jahat dan menjaga pikiran dari kesalahan. Seorang anak harus dibiasakan untuk melakukan sendiri sesuatu yang menjadi kebutuhannya bukan karena aturan atau paksaan dari luar. Tentu dapat dikatakan dengan istilah lain bahwa anak harus belajar dari lingkungan dan pengalamannya sendiri. Selain pendidikan negatif, metode pendidikan yang ditawarkan oleh Rousseau harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Rousseau menyebutkan secara terperinci di dalam bukunya itu bahwa perkembangan anak harus sesuai dengan tahap usia masing-masing. Sejak anak dilahirkan sampai usia dewasa, mereka memiliki cara belajarnya masing-masing.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Manusia, peradaban, keadaan alamiah, pendidikan negatif, observasi langsung, pendidikan bertahap
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Hiasintus Eko Pompang
Date Deposited: 22 Jun 2018 05:41
Last Modified: 22 Jun 2018 05:41
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14694

Actions (login required)

View Item View Item