Pengaruh senyawa asam 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat terhadap aktivitas dan indeks organ tikus wistar betina sebagai pelengkap uji toksisitas subkronis

Laras, Lucky (2018) Pengaruh senyawa asam 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat terhadap aktivitas dan indeks organ tikus wistar betina sebagai pelengkap uji toksisitas subkronis. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK .pdf

Download (750kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1 .pdf

Download (160kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 .pdf
Restricted to Registered users only

Download (518kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 .pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4 .pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5 .pdf

Download (395kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (410kB) | Request a copy

Abstract

Asam asetilsalisilat (ASA) adalah senyawa turunan dari asam salisilat, yang dikenal sebagai Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS). ASA menghambat aktivitas cyclooxygenases (COX) secara non-selektif. Meskipun kemampuannya untuk mengurangi respon inflamasi, pemberian ASA terus menerus menyebabkan efek samping pada lambung, ginjal, dan tromboemboli setelah diberikan pada pasien dengan gangguan kardiovaskular. Tesis penelitian ini berfokus pada pelaksanaan tes toksisitas subkronis yang dirujuk oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD 407, 2008) khususnya pada aktivitas perilaku dan indeks berat organ tikus wistar betina yang diobati dengan senyawa baru yang berasal dari asam salisilat yang disebut 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat. Senyawa ini menurut hasil kami sebelumnya memiliki aktivitas analgesik yang lebih tinggi dan tingkat toksisitas yang lebih rendah daripada ASA. Kami membagi susunan percobaan kami ke dalam dua kelompok besar: Satu kelompok disebut sebagai kelompok 'uji' terdiri dari kontrol negatif (PGA 3%), senyawa uji 2-(4-klorometil)benzoiloksi)benzoat (9 mg/200 gBB; 18 mg/200 gBB; 27 mg/200 gBB), dan kontrol positif (ASA, 9 mg/200 gBB). Kelompok lain sebagai kelompok 'satelit' terdiri dari senyawa uji 2-(4-klorometil)benzoiloksi)benzoat (9 mg/200 gBB; 18 mg/200 gBB; 27 mg/200 gBB), dan kontrol positif (ASA, 9 mg/200 gBB). Sebelum observasi dan diseksi organ, setiap senyawa dalam kelompok diberikan secara oral dalam jangka waktu 28 hari, kecuali kelompok satelit dibiarkan selama 14 hari setelah perawatan untuk mengamati apakah ada pemulihan organ. Dalam penelitian ini, tidak ada perubahan perilaku pada setiap kelompok terutama 2-(4-klorometil)benzoiloksi)benzoat. Hasil kami menunjukkan peningkatan yang signifikan pada indeks berat ginjal pada kelompok kontrol satelit dengan dosis 9 mg/200 gBB, 18 mg/200 gBB, 27 mg/200 gBB dan 9 mg/200 gBB asam asetilsalisilat dalam tikus wistar betina. Penelitian lebih lanjut seperti pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk temuan ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: asam 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat, toksisitas subkronik, uji aktivitas, indeks organ, asam asetilsalisilat.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Lucky Laras P.
Date Deposited: 16 Jul 2018 07:07
Last Modified: 16 Jul 2018 07:07
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14744

Actions (login required)

View Item View Item