Studi penggunaan asam traneksamat pada penderita tuberkulosis dengan hemoptisis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Yuni, Santi Eka (2018) Studi penggunaan asam traneksamat pada penderita tuberkulosis dengan hemoptisis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (669kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf

Download (708kB) | Preview
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (440kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (365kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (651kB) | Request a copy

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan dunia terutama pada negara berkembang. Salah satu tanda dari tuberkulosis adalah batuk berupa darah (hemoptisis). Standar pengobatan hemoptisis yaitu menggunakan asam traneksamat. Asam traneksamat merupakan turunan sintesis dari asam aminolisin yang memberikan efek antifibrinolitik melalui blokade reversibel lysine binding sites pada molekul plasminogen dan menghambat plasmin. Namun penggunaan asam traneksamat masih belum diketahui secara pasti pengaruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan asam traneksamat pada pasien tuberkulosis dengan hemoptisis meliputi dosis, frekuensi dan lama penggunaan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Penelitian dilakukan secara observasional dengan metode retrospektif pada rekam medis pasien yang didiagnosis tuberkulosis dengan hemoptisis serta menerima pengobatan asam traneksamat, kemudian dilakukan analisis dengan cara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, periode 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017. Dari hasil penelitian diperoleh, penggunaan asam traneksamat secara tunggal (3x500mg) per oral sebanyak 2 pasien (67%), 500 mg intravena sebanyak 1 pasien (33%) dan secara kombinasi dengan Vitamin K sebanyak 3 pasien. Lama penggunaan yang paling banyak adalah 3 hari sebanyak 11 pasien (56%). Penggunaan asam traneksamat pada pasien hemoptisis terkait dosis, frekuensi dan lama penggunaan sudah sesuai dengan literatur yang ada.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Asam traneksamat, fibrinolisis, tuberkulosis paru, hemoptisis
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Santi Eka Yuni
Date Deposited: 19 Jul 2018 08:57
Last Modified: 19 Jul 2018 09:00
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14891

Actions (login required)

View Item View Item