Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air temulawak, kemuning, jambu biji dan salam terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypii DAN Escherichia coli DIAN

Sari, Dian Purnama (2018) Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air temulawak, kemuning, jambu biji dan salam terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypii DAN Escherichia coli DIAN. Undergraduate thesis, Widya Mandala Chatolic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT.pdf

Download (562kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB 1.pdf

Download (96kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (353kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (742kB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (296kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)

Abstract

ABSTRAK SKRINING ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK AIR KUNYIT, BELUNTAS, SALAM, DAN JAMBU BIJI TERHADAP Staphylococcus aureus, Salmonella thypii, DAN Escherichia coli DIAN PURNAMA SARI 2443011120 Rimpang temulawak, daun kemuning, daun salam dan daun jambu biji merupakan tanaman yang telah digunakan oleh masyarakat sebagai bahan berkhasiat untuk pengobatan salah satunya sebagai antidiare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan potensi antibakteri kombinasi rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Escherichia coli. Tanaman yang digunakan dikombinasikan dengan tujuan untuk meminimalkan dosis yang digunakan namun tetap memiliki efek farmakologi yang maksimal. Ekstraksi dilakukan dengan cara dekok kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm. Penentuan daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan dilusi. Pembanding yang digunakan ialah Tetrasiklin HCl dengan konsentrasi 1500 ppm. Hasil pengamatan metode difusi sumuran berupa daerah hambatan pertumbuhan (DHP). Hasil pengamatan pada konsentrasi 1000 ppm 5000 ppm, dan 10.000 ppm yang dilakukan terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi dan Escherichia coli tidak memberikan daya antibakteri sedangkan pada Tetrasiklin HCl memberikan daya antibakteri. Hasil pengamatan untuk uji dilusi kombinasi ekstrak tidak memberikan hasil kadar hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Escherichia coli sampai konsentrasi 10.000 ppm. Penentuan KBM kombinasi ekstrak terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Escherichia coli tidak memberikan aktivitas antibakteri. Kata Kunci : Skrining antibakteri, rimpang temulawak, daun jambu biji, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Skrining antibakteri, rimpang temulawak, daun jambu biji, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: dian Purnama Sari
Date Deposited: 23 Jul 2018 02:25
Last Modified: 16 Oct 2018 03:42
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/14995

Actions (login required)

View Item View Item