Analisis perencanaan pajak penghasilan badan PT X di Malang

Puspitasari, Elisabeth Dian (2018) Analisis perencanaan pajak penghasilan badan PT X di Malang. Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker). Widya Mandala Catholic University Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (59kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (118kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (240kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (140kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (333kB)

Abstract

Pajak merupakan penghasilan terbesar dalam penerimaan negara di Indonesia. Bagi perusahaan (badan) maupun orang pribadi diwajibkan oleh undang-undang untuk membayar pajak kepada negara sesuai dengan penghasilan yang diperoleh. Jenis pajak yang dapat dikenakan kepada wajib pajak badan antara lain Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pajak Penghasilan Badan. Jenis pajak tersebut dilaporkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).Kegiatan magang dilakukan di Kantor Konsultan Pajak (KKP) Pentatrust. Objek magang untuk penulisan laporan tugas akhir adalah PT X yang bergerak dalam bidang developer properti di Malang. Tujuan dari magang adalah membantu PT X dalam penentuan perencanaan pajak Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang tepat untuk diterapkan perusahaan. Penyusunan PPh Badan memerlukan komponen seperti SPT PPh Pasal 21, SPT PPh Pasal 23, dan laporan laba rugi perusahaan.Metode yang dipergunakan dalam penghitungan PPh Pasal 21 adalah net method. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa penggunaan metode gross up pada PT X memberikan penghematan pajak yang nilainya lebih besar daripada metode lainnya. Dalam penghitungan PPh Pasal 23 terdapat jumlah pajak yang tidak dapat dijadikan kredit pajak, karena pajak tersebut ditanggung oleh perusahaan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa nilai transaksi di mark up dengan metode gross up agar dapat dijadikan kredit pajak. Laporan laba rugi terdiri atas pendapatan dan beban, namun tidak semua akun nominal tersebut diakui oleh fiskal, sehingga akan berakibat pada kenaikan atau penurunan laba bersih sebelum pajak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa perubahan pemberian kesejahteraan (beban) menjadi tunjangan agar nilainya dapat diakui secara fiskal.

Item Type: Monograph (Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Business" not defined]
Uncontrolled Keywords: Perencanaan pajak, pajak penghasilan badan, gross up method, tunjangan
Subjects: Business > Accounting Diploma
Divisions: Faculty of Business > Accounting Diploma Study Program
Faculty of Vocational > Accounting Diploma Study Program
Depositing User: Elisabeth Dian Puspitasari
Date Deposited: 02 Aug 2018 02:08
Last Modified: 02 Aug 2018 02:08
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/15117

Actions (login required)

View Item View Item