Potensi teh hijau dan teh hitam sebagai minuman fungsional antidiabetes tipe 2

Oktalion, Steve (2018) Potensi teh hijau dan teh hitam sebagai minuman fungsional antidiabetes tipe 2. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text
abstrak new.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1 neww.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
bab 2 new.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB3 revisi 23 july.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 4)
bab 4 and dapus.pdf

Download (381kB) | Preview

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes) merupakan penyakit yang jumlah penderitanya terus-menerus meningkat. Upaya untuk mengatasinya salah satunya dengan konsumsi makanan dan minuman fungsional. Teh merupakan minuman yang sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari dan potensial sebagai minuman fungsional antidiabetes tipe 2. Teh hijau dan teh hitam merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi baik untuk minuman atau sebagai obat dan terbuat dari daun Camellia sinensis. Teh hijau dan teh hitam memiliki senyawa antioksidan yang tinggi seperti katekin dan flavonol. Keduanya mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang berbeda karena cara pengolahannya yang berbeda sehingga aktivitas antidiabetes teh hitam dan teh hijau kemungkinan juga berbeda. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengkaji potensi teh hijau dan teh hitam sebagai minuman fungsional anti diabetes tipe 2. Berdasarkan studi literatur kedua jenis teh tersebut memiliki kandungan kimia yang baik untuk kesehatan terutama sebagai anti diabetes tipe 2, yaitu polifenol seperti flavonoid, katekin, theaflavins dan epigalokatekin galat (EGCG). Teh hijau dan teh hitam memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa darah pada level yang berbeda, konsumsi teh hijau menyebabkan penurunan kadar glukosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam. Penurunan kadar glukosa darah tersebut diduga melalui berbagai mekanisme diantaranya penghambatan aktifitas enzim α-glukosidase, memperbaiki regenerasi sel-sel beta pankreas dan meningkatkan luas pulau Langerhans pankreas. Teh hijau memiliki aktivitas pengambatan α-glukosidase yang lebih tinggi daripada teh hitam yang ditunjukkan dari nilai IC50 yang lebih rendah dibanding teh hitam. Teh hijau dan teh hitam terbukti dapat memperbaiki regenerasi sel beta dan memperluas pulau Langerhans pada pankreas. Konsumsi teh hijau dan teh hitam pada orang yang beresiko terkena diabetes memiliki persen angka kejadian diabetes yang rendah (2.07% - 3.15%) demikian pula teh hitam (1.89% - 3.73%).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Diabetes melitus tipe 2, teh hijau, teh hitam dan senyawa bioaktif
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Steve Oktalion
Date Deposited: 15 Aug 2018 05:45
Last Modified: 15 Aug 2018 05:45
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/15872

Actions (login required)

View Item View Item