Kajian Model Klasifikasi Kegagalan Bisnis Usaha Mikro Kecil Dan Menengah

Sunarjanto, N. Agus and Roida, Herlina Yoka and Martono, Cyrilius (2018) Kajian Model Klasifikasi Kegagalan Bisnis Usaha Mikro Kecil Dan Menengah. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 2 (1). pp. 120-127. ISSN 2579-6224 (versi cetak); 2579-6232 versi elektronik)

[img]
Preview
Text (Kajian Model Klasifikasi Kegagalan Bisnis Usaha Mikro Kecil Dan Menengah)
12-KAJIAN_MODEL_KLASIFIKASI.pdf

Download (306kB) | Preview

Abstract

problem penelitian pada UMKM adalah tidak tersedianya data laporan keuangan keuangan yang terstandard , sehingga peneliti melakukan pelatihan dan pendampingan UMKM. Hasil pelatihan dan pendampingan menghasilkan 50 responden yang memenuhi kriteria sebagai responden dalam penelitian ini . Data yang dihasilkan pada pelatihan dan pendampingan tersebut berupa laporan keuangan tahun 2016 , sehingga Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden yang memenuhi syarat sebagai responden. Penelitian ini mengkaji model klasifikasi kegagalan usaha UMKM di Indonesia, yang telah dihasilkan pada penelitian tahun sebelumnya model tersebut adalah ,sebagai berikut : . Ln Y = -1.951939 + 4.052015 X1 + 0.369247 X7 - 0.743358 X18 X1 = modal kerja / total aset X7 = aset lancar / kewajiban lancar X18 = quick aset / persediaan difinisi operasional kegagalan usaha ( Ln Y )adalah penurunan hutang lancar yang disebabkan ketidakmampuan UMKM untuk mendapatkan pinjaman modal kerja. diberi notasi 0 dan sebaliknya dberi notasi 1 Dengan data laporan keuangan pada 50 responden, dimasukkan pada persamaan diatas yang terdiri tiga variabel X1 (modal kerja / total aset) dengan koefisien 4.0520 dan signifikan 0.0314, X7 ( aset lancar / Kewajiban lancar) dengan koefisien 0.369247 dan signifikan 0.000, dan X18( quick aset / Inventory ) dengan koefisien -0.743258, , sehingga dari persamaan tersebut akan menghasilkan prediksi kegagalan atau sehat , dari hasil prediksi tersebut diuji beda dengan kondisi riil usaha , diuji dengan menggunakan model uji t berpasangan dua sisi ( paired sample t test ) , dengan tingkat signifikan 5%. , menghasilkan nilai t = 0.292 dengan significant 0.771, lebih besar dari 0.05, artinya tidak ada perbedaan antara estimasi dengan aktual dengan kata lain bahwa model pada penelitian tahun pertama, dapat digunakan untuk memprediksi kegagalan usaha pada sampel penelitian tahun kedua . dari hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pada bisnis UMKM permasalahan yang sering dihadapi para pelaku UMKM adalah pada persoalan pengelolaan modal kerja. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan manajemen dalam pengambilan keputusan serta lemahnya kendali keuangan

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Model kegagalan, Prediksi kegagalan, kondisi riil Uji beda, UMKM
Subjects: Business
Business > Management
Divisions: Journal Publication
Depositing User: F.X. Hadi
Date Deposited: 28 Sep 2018 09:32
Last Modified: 28 Sep 2018 09:32
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/16299

Actions (login required)

View Item View Item