Pengaruh konsentrasi kluwak (Pangium edule Reinw.) dan lama penyimpanan bumbu rawon terhadap total bakteri, kapang dan khamir, serta aktivitas penghambatan terhadap staphylococcus aureus

Feronika, Rinda (2005) Pengaruh konsentrasi kluwak (Pangium edule Reinw.) dan lama penyimpanan bumbu rawon terhadap total bakteri, kapang dan khamir, serta aktivitas penghambatan terhadap staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (122kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (404kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (129kB) | Preview

Abstract

Dewasa ini banyak ditemukan produk-produk siap pakai untuk memudahkan konsumen dalam menyiapkan makanannya, misalnya bumbu siap pakai, diantaranya adalah bumbu rawon. Kluwak merupakan salah satu jenis komponen pada bumbu rawon yang sangat menentukan citarasa rawon. Adanya perbedaan selera dari konsumen menyebabkan variasi penggunaan jumlah kluwak dalam bumbu rawon. Dari beberapa penelitian yang ada, telah diketahui bahwa kluwak memiliki senyawa antimikroba. Adanya senyawa antimikroba dalam kluwak ini akan mempengaruhi mutu mikrobiologis dari bumbu rawon. Dari penelitian pendahuluan didapatkan bahwa jumlah total bakteri dalam bumbu rawon siap pakai adalah 106-109 cfu/gr. Aktivitas mikroorganisme di dalam bumbu rawon dapat berpengaruh terhadap keamanan rawon pada saat dikonsumsi. Bakteri yang sering mengkontaminasi makanan yang sudah dimasak dan beresiko menyebabkan keracunan adalah Staphylococcus aureus. Selain dipengaruhi oleh jumlah dan jenis komponen bumbu rawon, aktivitas mikroorganisme dalam bumbu rawon juga dapat berubah selama penyimpanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kluwak dan lama penyimpanan bumbu rawon, serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap total bakteri, kapang dan khamir, serta aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi kluwak dalam bumbu (20%, 30%, 40%) dan lama penyimpanan (0, 5, 10, dan 15 hari) dengan 3 kali ulangan. Analisa yang dilakukan adalah total bakteri, total kapang dan khamir, serta aktivitas penghambatan pada Staphylococcus aureus. Data-data yang diperoleh akan dianalisa dengan ANAVA (Analysis of Varians) dengan α = 5%. Apabila uji ANAVA menunjukkan adanya perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Jarak Nyata Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi kluwak, lama penyimpanan dan interaksi keduanya pada bumbu rawon berpengaruh nyata terhadap total bakteri. Perlakuan konsentrasi kluwak 30% dan lama penyimpanan 0 hari menunjukkan jumlah total bakteri yang terkecil, sedangkan perlakuan konsentrasi 40% dan lama penyimpanan 15 hari merupakan kombinasi perlakuan dengan total bakteri terbanyak. Perlakuan konsentrasi kluwak, lama penyimpanan dan interaksi keduanya pada bumbu rawon tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah total kapang dan khamir dan terhadap efek penghambatan pada Staphylococcus aureus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 30 Mar 2015 06:55
Last Modified: 30 Mar 2015 06:55
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1634

Actions (login required)

View Item View Item