Potensi isolat bakteri asam laktat dari nira siwalan (12A2) sebagai bakteri probiotik : tinjauan ketahanan terhadap asam lambung dan garam empedu

Sugianto, Monica Evelyn (2005) Potensi isolat bakteri asam laktat dari nira siwalan (12A2) sebagai bakteri probiotik : tinjauan ketahanan terhadap asam lambung dan garam empedu. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (87kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (396kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (500kB) | Preview

Abstract

Nira siwalan merupakan salah satu bahan pangan nabati yang dapat dijadikan carier probiotik, sebab pada awal fermentasi spontan (sampai 24 jam pada suhu kamar) pertumbuhan mikroorganisme didominasi oleh bakteri asam laktat (selanjutnya disebut BAL). Penelitian Rahardjo (2004) menunjukkan bahwa nira siwalan yang terfermentasi selama 12, 18 dan 24 jam pada suhu kamar mengandung 8 jenis isolat, salah satunya adalah isolat BAL 12A2. Isolat tersebut teridentifikasi sebagai Lactobacillus plantarum mempunyai ketahanan terhadap pH rendah, yaitu pH lebih tinggi dari pada isolat lainnya. Secara umum L.plantarum telah terbukti sebagai mikroba probiotik, oleh karena itu perlu kajian lebih lanjut terhadap isolat BAL l2A2 mengenai ketahanannya terhadap asam lambung dan garam empedu melalui uji secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 2 faktor yaitu: 1) Perlakuan pH 2,5 (P2,5) yang terdiri atas dua taraf, yaitu: tanpa perlakuan pH 2,5 (Po) dan dengan perlakuan pH 2,5 (P2,5), 2) Perlakuan oxgall 2% (0o) yang terdiri atas dua taraf, yaitu: tanpa perlakuan oxgal/2% (Oo) dan dengan perlakuan oxgall 2% (02%). Pengulangan dilakukan sebanyak 6 kali dan Lactobacillus plantarum FNCC 213 digunakan sebagai positif ALT dan persentase penurunan pH relatif diuji statistik dengan ANOVA pada α = 0,5 dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Data pengamatan makroskopis dan mikroskopis dianalisa secara deskriptif. Seluruh data parameter penelitian dari BAL 12A2 dibandingkan dengan data dari L. plantarum FNCC 213 dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAL12A2 dan L. plantarum FNCC 213 mempunyai ketahanan yang hampir sama terhadap pH 2,5 dan oxgall 2%. Perlakuan pH 2,5 mengakibatkan penurunan ALT BAL 12A2 (2,3056%) dan L. plantarum FNCC 213 (2,8380%). Sedangkan perlakuan oxgall 2% mengakibatkan penurunan ALT BAL 12A2 (10,4326%) dan L. plantarum FNCC 213 (7,7734%). Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa perlakuan pH 2,5; oxgall 2%; dan pH 2,5 dan oxgall 2% secara berturut-turut tidak mengubah ciri makroskopis kedua BAL. Pengamatan mikroskopis terhadap 2 macam BAL menunjukkan bahwa perlakuan pH 2,5 tidak mengubah ciri mikroskopis kedua BAL, sedangkan perlakuan oxgall 2% hanya mengubah ciri mikroskopis BAL 12A2 saja. Perlakuan pH 2,5 dan oxgall 2% secara berturut-turut mengubah ciri mikroskopis kedua BAL.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 30 Mar 2015 07:01
Last Modified: 30 Mar 2015 07:01
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1636

Actions (login required)

View Item View Item