Penggunaan gum xanthan sebagai stabilizer dalam jus jambu biji

Anuru, Ferry Hartanto (2005) Penggunaan gum xanthan sebagai stabilizer dalam jus jambu biji. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (66kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (212kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (350kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Jambu biji adalah salah satu jenis buah yang kaya akan vitamin dan mineral, tetapi masih kurang dimanfaatkan. Salah satu alternatif pemanfaatan buah jambu biji ini adalah diolah menjadi jus. Jus dari buah jambu ini hasilnya keruh, untuk itu perlu dilakukan penstabilan, dan alternatif yang digunakan adalah penambahan gum xanthan sebagai stabilizer. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi gum xanthan yang menghasilkan sifat fisikokimia dan organoleptik jus jambu biji yang optimum selama 10 hari penyimpanan dingin (suhu5-6°C). Proses pembuatan jus jambu biji diawali dengan sortasi, pengupasan dan pemotongan, pencucian, blanching (86°C, 5 menit), penghancuran dan pencampuran, penyaringan, penambahan gum xanthan, pasteurisasi (63°C, 30 menit), dan pengemasan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah penambahan gum xanthan dengan taraf konsentrasi 0,3%, 0,35%, 0,4%, 0,45%, 0,5%. Jus jambu biji yang dihasilkan akan dianalisa secara fisikokimia (pH, viskositas, total padatan terlarut dan persen pengendapan), dan organoleptik (kesukaan terhadap rasa, bau, warna). Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisa dengan Analisis Varian (Anava) dan apabila hasil uji Anava menunjukkan adanya beda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Jarak Nyata Duncan (DMRT). Untuk pemilihan alternative terbaik, dilakukan dengan uji pembobotan. Hasil Anava menunjukan bahwa penambahan gum xanthan mengakibatkan beda nyata untuk parameter pH, viskositas, persen pengendapan, dan uji organoleptik rasa. Sedangkan untuk parameter total padatan terlarut, uji organoleptik bau dan warna, penambahan gum xanthan tidak mengakibatkan beda yang nyata. Uji pembobotan menunjukkan bahwa penambahan gum xanthan 0,35% memberi hasil yang optimum terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik jus jambu biji, yaitu: pH 4,21; viskositas 263,3845; persen pengendapan 0%; total padatan terlarut 2,23ºBrix; organoleptik rasa 5,53; bau 3,80; warna 4,22. Hasil yang optimum tersebut diperoleh dari sampel pada penyimpanan dingin (suhu 5-6ºC) selama enam (6) hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 30 Mar 2015 07:06
Last Modified: 30 Mar 2015 07:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1638

Actions (login required)

View Item View Item