Prarencana pabrik yoghurt dari kedelai kapasitas produksi 12.500 ton/ tahun

Dahemat, Christina Natalia and Sonik, Denci Ana (2019) Prarencana pabrik yoghurt dari kedelai kapasitas produksi 12.500 ton/ tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (466kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (118kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (543kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (670kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (994kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (440kB)
[img] Text (BAB 9)
BAB 9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img] Text (BAB 10)
BAB 10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text (BAB 11)
BAB 11.pdf
Restricted to Registered users only

Download (547kB)
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB 12.pdf

Download (237kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang besar di Indonesia setelah padi dan jagung, oleh karena itu kedelai memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Komoditi kedelai memiliki prospek yang baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Kedelai dapat diolah menjadi susu kedelai yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan yoghurt. Yoghurt merupakan produk susu hasil fermentasi dengan menggunakan biakan bakteri Streptococcus thermophiles dan Lactobacillus bulgaricus. Yoghurt dikenal karena memiliki cita rasa yang khas, asam, segar serta bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Yoghurt biasanya terbuat dari susu segar hewani yaitu susu sapi maupun non hewani seperti kacang-kacangan. Tingkat konsumsi yoghurt di Indonesia kedepannya akan semakin meningkat, sehingga membutuhkan produksi yoghurt yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Produksi susu sapi masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan yoghurt dalam negeri, sehingga impor yoghurt dari luar negeri relatif besar. Selain itu, produksi yoghurt dari kedelai dapat mengatasi permasalahan masyarakat yang alergi terhadap susu sapi. Yoghurt dari susu kedelai memiliki kandungan protein dan lemak nabati yang baik bagi kesehatan dan dapat meminimalkan import susu dari luar negeri, sehingga pabrik yoghurt dari kedelai perlu didirikan untuk membantu memenuhi kebutuhan yoghurt dalam negeri. Proses pembuatan yoghurt kedelai terbagi dalam dua proses yaitu pembuatan susu kedelai dan pembuatan yoghurt. Pembuatan susu kedelai dilakukan dengan menghancurkan kedelai menggunakan Colloid Mill (C-210) dan ditambahi air proses dengan perbandingan kedelai dan air 1:8. Slurry kedelai yang dihasilkan kemudian difiltrasi menggunakan plate and frame filter press untuk memisahkan sari kedelai dengan ampasnya. Sari kedelai yang diperoleh kemudian disterilisasi hingga mencapai suhu 1000C selama 15 menit, lalau didinginkan hingga 300C. Selanjutnya, sari kedelai difermentasi selama 12 jam menggunakan dua jenis bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophiles yang sebelumnya dibiakkan pada tangki starter (F-332) selama 2 jam pada suhu 40oC. Yoghurt yang telah dihasilkan didinginkan di tangki pendingin (F-340) dan ditambahkan CaCl2 3,5% sebagai stabilizer sehingga viskositas yoghurt kedelai tidak berubah-ubah serta ditambahkan flavour untuk menambah rasa pada yoghurt. Setelah dicampur, yoghurt dipacking pada botol berukuran 250 ml menggunakan mesin filling and packaging (P-360) dan disimpan di warehouse (F-370) yang bersuhu 5oC. Pabrik yoghurt dari kedelai ini menghasilkan 2 jenis limbah yaitu limbah padat berupa kulit ari dan ampas kedelai serta limbah cair berupa air hasil pencucian kedelai. Limbah padat akan diberikan kepada pihak ketiga untuk dijadikan pakan ternak. Ringkasan eksekutif dari Prarencana Pabrik Yoghurt Kedelai adalah sebagai berikut: Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) Produksi : Deleghurt Status Perusahaan : Swasta Kapasitas produksi : 12.500 ton/tahun Hari Kerja Efektif : 300 hari/tahun, 24 jam/hari Sistem Operasi : Semi kontinyu Bahan baku • Biji kedelai : 1.087.005,6 kg/tahun • NaHCO3 : 10.022,4 kg/tahun • Gula : 572.133,6 kg/tahun • Streptococcus thermophillus : 30.031,2 kg/tahun • Lactobacillus bulgaricus : 30.031,2 kg/tahun • CaCl2 : 422.625,6 kg/tahun • Flavour : 2.412 kg/tahun Produk • Deleghurt : 49.017.600 botol/tahun Utilitas • Air : 90,010 m3/hari • Industrial Diesel Oil : 0,055 m3/ bulan • Listrik terpasang : 164,454 kW • Jumlah tenaga kerja : 120 orang • Lokasi pabrik : Bangil, Kabupaten Pasuruan • Luas pabrik : 6.102 m2 Dari hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan didapatkan : • Fixed Capital Investment (FCI) : Rp 56.461.822.006 • Working Capital Investment (WCI) : Rp 8.651.325.601 • Total Production Cost (TPC) : Rp 106.727.086.007 • Penjualan per tahun : Rp 116.837.792.015 Metode Discounted Cash Flow • Rate of Equity sebelum pajak : 33,27% • Rate of Equity sesudah pajak : 22,57% • Rate of Return sebelum pajak : 23,24% • Rate of Return sesudah pajak : 17,89% • Pay Out Time sebelum pajak : 6,68 tahun • Pay Out Time sesudah pajak : 7,81 tahun • Break Even Point (BEP) : 40,22%

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Christina Natalia Dahemat
Date Deposited: 07 Feb 2019 05:17
Last Modified: 07 Feb 2019 05:17
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/16666

Actions (login required)

View Item View Item