Prarencana Pabrik Prarencana Pabrik karbon disulfida dari belerang dan gas alam kapasitas : 13.000 ton/tahun

Chandra, Njiauw Nathanael Aditya and Prayogi, Vincent (2019) Prarencana Pabrik Prarencana Pabrik karbon disulfida dari belerang dan gas alam kapasitas : 13.000 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
0.ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (147kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (124kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (144kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (413kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (723kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text (BAB 9)
BAB 9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (35kB)
[img] Text (BAB 10)
BAB 10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text (BAB 11)
BAB 11.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB)
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB 12.pdf

Download (160kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Karbon disulfida merupakan salah satu bahan baku yang sangat diperlukan di sektor industri kimia. Senyawa ini merupakan bahan baku dalam pembuatan rayon, insektisida, karbon tetraklorida, serta senyawa-senyawa lainnya. Menurut data yang diperoleh, penggunaan karbon disulfida di Indonesia masih bergantung pada impor dari negara lain (United Nations Statistics, 2018), hal ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri karbon disulfida di Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia masih membutuhkan industri karbon disulfida untuk mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi karbon disulfida adalah gas alam (natural gas) dan belerang. Penggunaan kedua bahan baku ini merujuk pada proses hydrocarbon-sulphur yang mampu mencapai konversi reaksi sebesar 90% dengan menggunakan katalis dan proses hydrocarbon-sulphur. Proses ini memiliki suhu operasi yang lebih rendah dibandingkan proses charcoal-sulphur, namun menghasilkan limbah gas berupa hidrogen sulfida. Limbah gas yang dihasilkan akan dimanfaatkan kembali untuk memproduksi karbon disulfida pada suhu 1250oC dan tekanan 4 atm. Sisa reaksi pada proses ini adalah gas hidrogen beserta gas alam dengan jumlah yang rendah Proses produksi karbon disulfida diawali dengan proses persiapan bahan baku sebelum masuk ke reaktor berkatalis silika gel, belerang yang diperoleh dari PT Indosulfur serta gas alam dari PT Badak dipanaskan hingga mencapai suhu 600oC. Setelah dipanaskan, bahan baku tersebut direaksikan pada fixed bed reactor pada tekanan 4 atm, reaksi ini merupakan reaksi eksotermis dimana sistem menghasilkan panas, oleh sebab itu memerlukan pendingin untuk menjaga kondisi reaktor sebesar 600oC. Pendingin yang digunakan pada proses ini adalah Dowtherm Q. Setelah terjadi reaksi, karbon disulfida diperoleh dengan cara mendinginkan campuran secara bertahap untuk memisahkan sisa bahan baku sulfur dan produk karbon disulfida. Kemudian, produk samping berupa gas hidrogen sulfida akan direaksikan kembali dengan gas alam. Hidrogen sulfida dan gas alam dipanaskan hingga mencapai suhu 1250oC, kemudian direaksikan pada reaktor kedua dengan tekanan 4 atm. Pada reaktor ini, digunakan panas hasil pembakaran pada furnace untuk menjaga kondisi operasi suhu 1250oC. Selanjutnya, limbah gas berupa hidrogen sulfida, hidrogen dan sisa gas alam dialirkan pada unit absorber berisi diethanolamine (DEA) 30% (v/v) untuk menyerap gas hidrogen sulfida. Sisa gas yang tidak terserap akan dibuang ke udara bebas melalui cerobong asap (chimney). Karbon disulfida akan dijual ke beberapa industri tekstil atau rayon yang berada di pulau Jawa atau diekspor ke kawasan Asia Tenggara. Pra-rencana pabrik karbon disulfida dari gas alam dan belerang ini memiliki profil perusahaan dengan rincian sebagai berikut: Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) Produksi : Karbon disulfida Kapasitas produksi : 13.000 ton per tahun Hari kerja efektif : 330 hari/tahun Masa konstruksi : 4 tahun Waktu mulai beroperasi : Tahun 2023 Bahan baku : Gas alam dan belerang Kapasitas bahan baku : 15.274,75 ton/tahun Utilitas : Air sungai = 6.993,23 ton/hari Air PDAM = 2,773 m3/hari Listrik = 1048,58 kW Jumlah tenaga kerja : 84 orang Lokasi pabrik : Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur Luas Pabrik : 20.925 m2 Analisa Ekonomi Modal Tetap (FCI) = Rp 124.860.318.151 Modal Kerja (WCI) = Rp 5.917.835.637 Biaya Produksi Total (TPC) = Rp 103.540.559.350 Rate of Return Investment sebelum pajak = 18,151 % Rate of Return Investment sesudah pajak = 12,764 % Pay Out Time sebelum pajak = 5 tahun 3 bulan Pay Out Time sesudah pajak = 7 tahun 3 bulan Titik impas (BEP) = 35,48 % Kelayakan pabrik ini dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu segi proses, peralatan, lokasi, dan yang paling penting adalah segi ekonomi. Dari segi ekonomi didapat Rate of Return Investment sesudah pajak yang nilainya lebih besar dari bunga pinjaman yang harus dibayarkan kepada bank yaitu 10,5%, Pay Out Time lebih rendah dari estimasi umur pabrik yaitu 10 tahun, serta titik impas yaitu 35,48% dari kapasitas pabrik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Nathanael AC
Date Deposited: 07 Feb 2019 04:55
Last Modified: 07 Feb 2019 04:59
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/16741

Actions (login required)

View Item View Item