Perencanaan pabrik mie kering dan mie instan dengan kapasitas bahan baku 45 ton/hari di Sidoarjo Jawa Timur

Sierang, Topazico (2011) Perencanaan pabrik mie kering dan mie instan dengan kapasitas bahan baku 45 ton/hari di Sidoarjo Jawa Timur. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan (FTP), Makalah Komprehensif (FTP)). Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (25kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (73kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (281kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (526kB)
[img] Text (BAB 9)
BAB 9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (25kB)
[img]
Preview
Text (BAB 10)
BAB 10.pdf

Download (30kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB)

Abstract

Mie merupakan produk yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat baik itu anak-anak maupun orang dewasa, masa simpan yang relatif jauh lebih lama dibandingkan dengan mie mentah atau mie basah merupakan kelebihan yang memperluas perserapan pasar dari produk mie kering dan mie instan. Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan dari tahun ke tahun, maka pendirian pabrik baru menjadi peluang untuk memasuki industri mie kering dan mie instan. Proses pembuatan mie dilakukan secara kontinyu dengan meliputi beberapa tahapan. Tahap pertama yang dilakukan adalah mencampur terigu dengan larutan alkali (NaCl, garam natrium polifosfat dan air) serta pewarna makanan kuning tartrazine Cl 19140 hingga tepung berbentuk adonan. Proses berikutnya adalah pemipihan adonan kemudian penyisiran adonan. Adonan yang telah berbentuk untaian-untaian mie kemudian dikukus, selesai dikukus mie dipotong dan dilipat. Mie yang telah dipotong dan dilipat kemudian digoreng untuk proses instanisasi mie atau dilakukan proses pengeringan untuk produk mie kering. Produk mie instan diproduksi dengan menyertakan bumbu dalam kemasan, sedangkan mie kering diproduksi dengan isi dua potong mie dalam satu kemasan Pabrik mie instan dan mie kering ini direncanakan di Wonoayu, Sidoarjo dan direncanakan memiliki kapasitas bahan baku 45 ton/hari. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 179 orang dibagi dalam tiga shif, dengan masing-masing 8 jam kerja dengan 1 jam istirahat, operasional pabrik 300 hari per tahun. Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, titik impas pabrik ini sebesar 41,07% dengan laju pengembalian modal sesudah pajak sebesar 32,50% dan waktu pengembalian modal sesudah pajak 2 tahun 11 bulan. Berdasarkan analisa secara teknis dan ekonomis, pabrik mie instan dan mie kering yang direncanakan di Wonoayu, Sidoarjo layak untuk didirikan.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan (FTP), Makalah Komprehensif (FTP)))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Mie kering, mie instan, faktor teknis, faktor ekonomis
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Rani .
Date Deposited: 13 Feb 2019 03:27
Last Modified: 13 Feb 2019 03:27
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17047

Actions (login required)

View Item View Item