Otomatisasi kelembaban ruang pada sistem hidroponik

Widyanata, Bellinda Margaretha (2019) Otomatisasi kelembaban ruang pada sistem hidroponik. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (717kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (603kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (466kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (14kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB) | Request a copy

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, bidang pertanian juga ikut mengalami perkembangan, yakni pola cocok tanam tanpa media tanah yang dikenal sebagai Hidroponik yang memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman untuk pertumbuhannya. Terdapat faktor penunjang lain yakni kondisi lingkungan seperti kelembaban. Kelembaban pada tanaman hidroponik harus selalu diperhatikan, karena kelembaban berkaitan dengan laju transpirasi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Selain itu, kelembaban udara yang tinggi dapat menyebabkan tumbuhnya jamur yang dapat merusak atau mebusukkan akar tanaman, dan kelembaban udara yang rendah dapat menyebabkan timbulnya hama yang dapat merusak tanaman. Pada tugas akhir ini akan dibuat Otomatisasi Kelembaban Ruang pada Sistem Hidroponik yang dapat menjaga kelembaban ruang dengan melakukan penyemprotan kabut pada rak hidroponik NFT yang tertutup rapat dengan plastik UV dan diberi lubang udara sebagai ventilasi. Rak hidroponik dilengkapi dengan sensor kelembaban untuk mendeteksi kelembaban ruang. Ketika sensor kelembaban mendeteksi tingkat kelembaban ruang kurang dari nilai minimum, maka secara otomatis mikrokontroler akan mengaktifkan pompa dan menyemprotkan kabut ke seisi ruangan. Sedangkan ketika kelembaban ruang lebih nilai maksimum, maka mikrokontroler akan menyalakan kipas hingga diperoleh tingkat kelembaban yang diinginkan. Selain itu, pada bak penampungan bawah yang berisi air bernutrisi dilengkapi dengan sensor TDS untuk mendeteksi kadar nutrisi yang terlarut dalam air, ketika nutrisi kurang dari nilai minimum makaakan dilakukan penambahan nutrisi. Sedangkan jika nutrisi lebih dari nilai maksimum maka akan dilakukan penambahan air. Nilai kelembaban dan TDS juga dapat dipantau pada display LCD. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja secara otomatis menyalakan pompa kabut ketika mendeteksi kelembaban kurang dari 60%RH dan 80%RH dan menyalakan kipas ketika kelembaban lebih dari 90%RH. Sistem juga dapat mengaktifkan valve penambahan nutrsisi ketika nilai kurang dari 300 ppm dengan nilai tegangan 0,6V dan mengaktifkan valve penambahan air ketika nilai lebih dari 700 ppm dengan nilai tegangan 1,4V.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hidroponik, NFT, TDS, mikrokontroler
Subjects: Engineering
Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Belinda Margaretha
Date Deposited: 08 Feb 2019 01:32
Last Modified: 08 Feb 2019 01:32
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17124

Actions (login required)

View Item View Item