Pemanfaatan coffee husk dengan penambahan kulit buah naga merah sebagai coffee husk leather

Suroso, Jessica Amelia (2019) Pemanfaatan coffee husk dengan penambahan kulit buah naga merah sebagai coffee husk leather. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (443kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pada tahap pengolahan buah kopi, dihasilkan limbah berupa kulit buah kopi yang dibagi menjadi 2 berdasarkan metode pengolahannya, yaitu coffee pulp dan coffee husk. Coffee pulp diperoleh dari metode basah dengan bagian kulit luar dan pulp. Coffee husk dihasilkan dari pengolahan dengan metode kering dan terdiri atas kulit luar, pulp,dan parchment. Dalam dunia pangan, coffee husk umumnya dikonsumsi sebagai teh yang disebut cascara. Coffee husk juga dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan lain, salah satunya fruit leather. Penggunaan 100% bubur coffee husk menyebabkan tekstur leather menjadi kurang kenyal sehingga perlu dilakukan penambahan pektin dari bahan lain, salah satunya adalah kulit buah naga merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari satu faktor, yaitu penambahan kulit buah naga merah dengan konsentrasi 10%; 20%; 30%; 40%; 50%; dan 60% (b/b) dari berat bubur coffee husk dan diulang sebanyak empat kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan bubur kulit buah naga merah terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik leather coffee husk yang dihasilkan serta mengetahui perlakuan yang paling disukai oleh konsumen. Parameter yang diuji meliputi sifat fisikokimia pH, kadar air, aw, tekstur, warna dan sifat organoleptik (tingkat kesukaan terhadap tekstur, warna, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan penambahan kulit buah naga merah menghasilkan peningkatan nilai pH (3,35-3,50), penurunan kadar air (10,68-7,70%), penurunan aw (0,6318-0,4930), dan peningkatan gumminess (49,9251-1.514,7173). Rentang nilai lightness antara 28,24-36,09; chroma antara 12,03-19,83; hue antara 10,06-23,15. Perlakuan terbaik yang dipilih berdasarkan uji organoleptik dengan metode spider web adalah penambahan kulit buah naga merah sebesar 20%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kulit buah kopi, coffee husk, leather, kulit buah naga merah
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 6353 not found.
Date Deposited: 30 Jan 2019 02:02
Last Modified: 30 Jan 2019 02:02
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17183

Actions (login required)

View Item View Item