Asosiasi sindrom metabolik dan kejadian gagal jantung (Penelitian pada masyarakat usia pertengahan di Wilayah Kerja Puskesmas Kapongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jawa Timur)

Tomasila, Della Oriyanti (2018) Asosiasi sindrom metabolik dan kejadian gagal jantung (Penelitian pada masyarakat usia pertengahan di Wilayah Kerja Puskesmas Kapongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Jawa Timur). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK (2).pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (121kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (479kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (48kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (233kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf

Download (131kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Sindrom metabolik banyak terjadi di negara maju maupun negara berkembang. Data epidemiologi menyatakan setiap komponen sindrom metabolik merupakan faktor yang dapat dikaitkan dengan peningkatan kejadian risiko diabetes mellitus tipe 2 dan gagal jantung yang menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia. Tujuan: Mengetahui asosiasi antara sindrom metabolik dan kejadian gagal jantung pada masyarakat usia pertengahan di wilayah kerja Puskesmas Kapongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data meliputi tinggi badan, berat badan, nadi, tekanan darah, lingkar pinggang. Sampling darah kapiler menggunakan alat Lipid Pro® dan Accu Check Performa® guna mengukur kadar kolesterol TG, HDL, dan GDP. Kriteria sindrom metabolik menggunakan kriteria IDF 2009, sedangkan diagnosis gagal jantung berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hasil: Sebanyak 51 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian ini, terdiri dari 38 (74,51%) perempuan dengan rerata usia 47,71 ± 8,307 tahun. Terdapat 26 (51%) penderita sindrom metabolik dan 15 (29,4%) penderita gagal jantung. Uji Chi Square menunjukkan terdapat asosiasi tidak bermakna antara sindrom metabolik dan kejadian gagal jantung (p=0,406; p>0,05; PR=1,271 (95%CI = 0,742–2,177)). Regresi logistik menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap asosiasi sindrom metabolik dan kejadian gagal jantung adalah gangguan fungsi diastolik (p<0,05). Simpulan: Terdapat asosiasi tidak bermakna antara sindrom metabolik dan gagal jantung, yang terkait dengan disfungsi diastolik. Sindrom metabolik cenderung merupakan faktor risiko terhadap gagal jantung.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Medicine" not defined]
Uncontrolled Keywords: Sindrom metabolik, gagal jantung, penyakit kardiovaskular
Subjects: Medicine
Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 6246 not found.
Date Deposited: 01 Feb 2019 06:25
Last Modified: 01 Feb 2019 06:25
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17790

Actions (login required)

View Item View Item